Breaking News:

Hari Batik Nasional

Hari Batik Nasional, Polisi Gratiskan Biaya Pengurusan SKCK Bagi Pemohon yang Pakai Baju Batik

"Tadi saya niat mau mengurus SKCK untuk kerja. Makanya saya pakai batik kesukaan saya ini. Eh ternyata, membawa berkah," kata Sasa.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/galih lintartika
Sasa Sasmita (kiri) saat mendapatkan SKCK gratis. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Sasa Sasmita kaget saat biaya pengurusan SKCK di Polsek Nongkojajar digratiskan, Rabu (2/10/2019) siang.

"Saya tidak tahu, tiba - tiba tidak boleh membayar karena saya pakai batik hari ini," kata dia.

Sasa, sapaan akrabnya mengaku memang secara pribadi suka menggunakan batik. Ia mengoleksi sejumlah batik dari beberapa daerah di Indonesia.

"Ada dari Solo, Jogja, Pekalongan, Pasuruan sendiri dan beberapa dari lainnya. Saya memang suka batik, karena batik lebih universal dan bisa digunakan di segala acara," jelasnya.

Perempuan berjilbab ini mengaku kaget sekaligus senang, karena mendapatkan hadiah ini. Ia berterima kasih karena sudah mendapatkan apresiasi dari polisi seperti ini.

"Jujur saya lupa kalau hari ini hari batik. Tadi saya niat, mau mengurus SKCK untuk kerja. Makanya saya pakai batik kesukaan saya ini. Eh ternyata, membawa berkah. SKCK jadi, gratis pula, terima kasih pak polisi," jelasnya.

Kapolsek Nongkojajar, AKP Akhmad Shukiyanto menjelaskan, hari ini memang ada program khusus "Sehari Pakai Batik" di Polsek Nongkojajar.

Program ini khusus dilakukan dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional. Ia mengajak semua anggotanya turut memeriahkan hari batik nasional ini.

"Petugas Pelayanan SKCK, Perijinan, SPKT dan Reskrim menggunakan baju batik semua. Boleh pakai batik mana saja, yang jelas dari Indonesia," jelasnya.

Ia ingin mengajak semua orang khususnya yang ada di sini, untuk mencintai budaya Indonesia, terutama batik ini. Mudah - mudahan batik tetap abadi dan tetap menjadi ikon warisan budaya Indonesia.

"Khusus hari ini yang sedang mengurus SKCK kami gratiskan, tapi yang bersangkutan menggunakan batik," pungkas dia. 

Bidan dan Dokter Digrebek Saat Selingkuh, Berini Penjelasan Dirut RSUD Wahidin Sudirohusodo

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved