Harapan Putra DN Aidit Pupus Usai 23 Hari Tinggal di Pengasingan Tanpa Orang Tua, 'Hilang Semuanya'

Harapan Putra DN Aidit Pupus Usai 23 Hari Tinggal di Pengasingan Tanpa Orang Tua, 'Hilang Semuanya'

Kolase Tribun Jabar/Ery Candra
Harapan Putra DN Aidit Pupus Usai 23 Hari Tinggal di Pengasingan Tanpa Orang Tua, 'Hilang Semuanya' 

SURYA.co.id - Ditinggal kedua orang tua ketika masih berusia 6,5 tahun, putra keempat DN Aidit, Ilham Aidit mengaku pupus harapan di hari ke-23 kepergian ayah dan ibunya.

Hal itu diceritakan Ilham Aidit pada Tribun Jabar saat mengenang tragedi Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia atau yang biasa disebut G30S/PKI.

Tragedi G30S/PKI memang masih jadi perdebatan di antara akademisi hingga saat ini.

Dialog demi dialog dilakukan, berupaya menguak siapa dalang dan apa motif sebenarnya di balik G30S.

Nasib Istri DN Aidit Pentolan PKI Setelah G30S/PKI Meletus, Sempat Menyamar Tapi Endingnya Miris

Biodata DN Aidit Pentolan PKI yang Diburu TNI AD Setelah G30S/PKI, Nasib Keluarganya Miris

Cerita Lengkap DN Aidit Hingga Jadi Pentolan PKI & Orang Paling Diburu TNI, Begini Nasib Keluarganya

Kelompok keagamaan terbesar dan otoritas militer menyebarkan, bahwa insiden tersebut adalah usaha Partai Komunis Indonesia atau PKI untuk mengubah unsur Pancasila.

Kala itu, PKI dipimpin oleh Dipa Nusantara Aidit atau DN Aidit.

Ilham Aidit, putra keempat DN Aidit, masih ingat betul saat ayahnya pergi pada 30 September 1965 malam.

Waktu itu, Ilham masih berumur 6,5 tahun.

Ia tak menyangka, kepergian ayahnya itu adalah untuk yang terakhir kalinya.

DN Aidit meninggalkan rumah sekitar pukul 23.00 WIB.

Halaman
1234
Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas
Editor: Musahadah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved