Berita Gresik

Pemotongan Puluhan Pohon di Gresik Dikecam, Polusi Udara dan Suhu Panas Semakin Parah

Puluhan pohon penghijauan di depan RSUD Ibnu Sina di Kabupaten Gresik ditebang. Alasannya untuk normalisasi saluran air

Pemotongan Puluhan Pohon di Gresik Dikecam, Polusi Udara dan Suhu Panas Semakin Parah
SURYA.co.id/Sugiyono
PANAS - Tanaman penghijauan di depan RSUD Ibnu Sina di Gresik dipotong untuk proyek drainase, akibatnya suhu panas semakin panas disaat musim kemarau ini, Selasa (1/10/2019). 

SURYA.co.id | GRESIK - Puluhan pohon penghijauan di depan RSUD Ibnu Sina di Kabupaten Gresik ditebang. Alasannya untuk normalisasi saluran air, akibatnya suhu panas di musim kemarau semakin terasa panas di Kota Gresik.

Koordinator LSM Forum Kota, Haris Shofwanul Faqih mengecam tindakan penebangan pohon yang berdampak pada panasnya suhu di Kota Gresik karena berkurangnya tanaman penghijauan.

Puluhan pohon penghijauan jenis Angsana ditebang dengan alasan untuk perluasan proyek drainase. Akibatnya, suhu panas dan polusi udara di sekitar RSUD Ibnu Sina menjadi parah.

"Bagaimana lingkungan tidak rusak, orang tanaman penghijauan ditebang dengan alasan untuk proyek ini dan itu," kata Haris, Selasa (1/10/2019).

Haris menginginkan agar proyek pemerintah bisa ikut menjaga kelestarian lingkungan, sehingga tanaman penghijauan yang sudah ada tidak ditebang. Jika ditebang diganti dengan pohon lain yang lebih rindang.

"Seharusnya, proyek pemerintah lebih pro lingkungan. Tidak malah merusak lingkungan. Kalau begini, ya suhu udara semakin panas, oksigen berkurang dan bisa menimbulkan banyak penyakit," imbuhnya.

Sementara, Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Tuang (PUTR) Kabupaten Gresik, Dhiannita Triastuti mengatakan bahwa proyek drainase tersebut tidak bisa dilakukan tanpa memotong pohon penghijauan. Sebab, lebar drainase menjadi 4 meter lebih dari lebar yang sebelumnya hanya 1 meter, sehingga tetap akan memotong pohon penghijauan.

"Gak bisa, tetep ada yang dipotong," kata Dhian.

Dhian menegaskan, bahwa proyek drainase tersebut seperti proyek sebelumnya yaitu adanya pemasangan box cullvert seluas 4 meter dengan kedalaman sekitar 3 meter dan sepanjang puluhan meter. Dan setelah proyek selesai, di atas drainase dipasang keramik dan hanya ada penghijauan dalam pot bunga.

"Sama dengan yang sudah ada. Jadinya ya seperti itu," katanya.

Namun, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, M Najikh menginginkan adanya penanaman kembali pohon penghijauan.

"Kami persyaratkan begitu (Adanya penanam pohon penghijauan kembali, red)," kata Najikh dengan singkat melalui pesan singkat.

Penulis: Sugiyono
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved