Berita Sidoarjo

Kesadaran Untuk Tertib Berlalu Lintas di Sidoarjo Masih Rendah. Ini Buktinya

Hasil analisa dan evaluasi (anev) di Satlantas Polresta Sidoarjo menyebut, sepanjang tahun 2019 ini tercatat ada 98.685 pelanggaran yang ditilang

Kesadaran Untuk Tertib Berlalu Lintas di Sidoarjo Masih Rendah. Ini Buktinya
surabaya.tribunnews.com/m taufik
Polisi saat menggelar razia beberapa waktu lalu. Selama ini, pelanggaran oleh pengendara sepeda motor masih mendominasi. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Kesadaran masyarakat Sidoarjo dalam tertib berlalu lintas ternyata masih rendah. Buktinya, ketika petugas kepolisian getol melakukan penindakan terhadap pelanggaran yang ada, jumlahnya luar biasa banyak.

Hasil analisa dan evaluasi (anev) di Satlantas Polresta Sidoarjo menyebut, sepanjang tahun 2019 ini tercatat ada 98.685 pelanggaran yang ditilang oleh petugas.

Sementara yang hanya diberi teguran saja mencapai 17.557 pelanggaran. Artinya, sepanjang tahun ini ada 116.242 pelanggaran lalu lintas. Itupun hanya yang ketahuan petugas, yang lolos tentu masih sangat banyak.

Sekian banyak pelanggaran itu, tertinggi masih pengendara sepeda motor.

"Kebanyakan pelanggaran kasat mata, seperti tidak memakai helm, melawan arus, bermain handphone saat berkendara dan sebagainya," ungkap Kasat Lantas Polresta Sidoarjo Kompol Fahrian Saleh Siregar, Selasa (1/10/2019).

Lebih detail, data menyebut bahwa pelanggaran yang kena tilang terbanyak adalah pengendara tanpa SIM. Alasannya pun beragam, ada yang berdalih ketinggalan, sudah kadaluarsa, belum sempat mengurus, dan berbagai alasan lain.

Pelanggaran SIM tembus sampai 39.249, disusul pengendara tanpa helm sebanyak 21.261, dan pelanggaran rambu lalu lintas sebanyak 16.448 pelanggaran.

Kendaraan yang melanggar, sepeda motor sebanyak 92.175. Disusul MPU (mobil penumpang umum) 3.114 pelanggaran, dan ST Wagon sebanyak 1.566. "Kendaraan lain juga banyak melanggar, tapi jumlah tertingginya tiga jenis tersebut," lanjut Fahrian.

Melihat data itu, bisa dibilang wajar jika selama ini banyak sekali kecelakaan lalu lintas terjadi. Karena mayoritas kecelakaan selalu diawali dengan pelanggaran lalu lintas.

Di Sidoarjo, setiap minggu rata-rata terjadi 40-50 kasus kecelakaan. “Efek domino, banyaknya pelanggaran dan kepemilikan SIM menandakan masyarakat layak menggunakan kendaraan,” tandas mantan Kasi STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Jatim tersebut.

Bidan di Mojokerto Selingkuh Dengan Dokter. Digrebek Oleh Suami Sendiri yang Bertugas Sebagai Polisi

Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved