Berita Madiun

Banyak Pipa Rusak akibat Pekerjaan Perbaikan Drainase dan Jalan, begini Reaksi PDAM Kota Madiun

Sejumlah warga Kota Madiun, terutama yang tinggal di sekitar Jalan Salak, Jalan Kampar, Jalan Ciliwung, dan Jalan Kapuas, mengeluh aliran air PDAM.

Banyak Pipa Rusak akibat Pekerjaan Perbaikan Drainase dan Jalan, begini Reaksi PDAM Kota Madiun
surya.co.id/rahadian bagus
Sejumlah pekerja memasang material di pertigaan Jalan Kampar dengan Jalan Ciliwung, Kota Madiun, Senin (30/9/2019). 

SURYA.co.id|MADIUN - Sejumlah warga Kota Madiun, terutama yang tinggal di sekitar jalan Salak, Jalan Kampar, Jalan Ciliwung, dan Jalan Kapuas, seminggu yang lalu mengeluhkan pasokan air PDAM yang kerap bermasalah.

Rupanya, pasokan air PDAM ke sejumlah warga mengalami masalah lantaran ada beberapa pipa PDAM yang putus akibat pengerjaan proyek drainase dan peningkatan jalan.

Proyek tersebut dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Madiun.

Minggu lalu, sebanyak tiga pipa ukuran 8 dim atau sekitar 200 milimeter putus.

Yang pertama di Jalan Kapuas, dan dua kali di pertigaan antara Jalan Kampar dan Jalan Ciliwung.

Penyebabnya putusnya pipa PDAM disebabkan beberapa hal. Di antaranya dikarenakan terkena box cluvert dan terkena urukan material proyek.

Direktur Utama PDAM Tirta Taman Sari Kota Madiun, Bambang Irianto mengatakan, sesuai dengan SOP, seharusnya pelaksana proyek berkirim surat ketika hendak melakukan pekerjaan.

"Sesuai SOP bagi pelaksana proyek yang mau melakukan pekerjaan dia berkirim surat pada PDAM.

SOP-nya jelas, tapi dalam kenyaataan di lapangan, sering dijuampai pelaksana mengerjakan proyek di jalan tertentu, tetapi PDAM tidak mengetahui," kata Bambang.

Ketika terjadi kebocoran pipa, bahkan pelaksana proyek tidak segera berkoordinasi dengan pihak PDAM.

Namun, justru masyarakat yang terdampak yang pertama melapor ke PDAM.

"Ketika terjadi kebocoran, justru masyarakat yang lapor ke PDAM," katanya.

Dia mengatakan, untuk mencegah agar kejadian serupa tidak terulang, pihak PDAM meminta kepada pelaksana agar selalu melakukan koordinasi.

Pihak PDAM akan komplain ke pelaksana proyek terkait kurang koordinasi masalah titik lokasi proyek dan waktu pekerjaan proyek.

Terkait sejumlah kerusakan pipa yang disebabkan pekerjaan proyek perbaikan drainse dan peningkatan jalan, pihaknya juga akan meminta ganti rugi.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved