Berita Bangkalan

Polres Bangkalan Bekuk Dua Pelaku Pengeroyokan di Area Pengurukan

"Tetapi (korban) jawab, 'kenapa ngurus urusan kita'. Ya akhirnya dibacok. Saya datang dan ikut membacok," jelasnya.

Polres Bangkalan Bekuk Dua Pelaku Pengeroyokan di Area Pengurukan
surabaya.tribunnews.com/ahmad faisol
Kapolres Bangkalan, AKBP Rama Samtama Putra (kanabn) berkomunikasi dengan dua pelaku pengeroyokan, SYF dan JS dalam pers rilis Operasi Sikat Semeru 2019 Satreskrim Polres Bangkalan, Senin (30/9/2019) 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Satreskrim Polres Bangkalan membekuk dua dari delapan pelaku pengeroyokan di area lahan pengurukan Kampung Junganyar Pesisir, Desa Junganyar, Kecamatan Socah, kabupaten Bangkalan. 

Dua pelaku pengeroyokan itu masing-masing berinisial SYF (36) dan JS (27), keduanya warga Desa Da'iring Kecamatan Socah.

Mereka dihadirkan dalam pers rilis Operasi Sikat Semeru 2019 Satreskrim Polres Bangkalan, Senin (30/9/2019).

Di hadapan Kapolres Bangkalan, keduanya mengaku turut membacok bersama beberapa pelaku lainnya.

"Saya di bagian punggung, saya di bagian kepala," ungkap SYF dan JS secara bergantian.

Aksi pengeroyokan terhadap Abd Ajiz (50), warga Kampung Bawah Sukun Desa Junganyar Kecamatan Socah terjadi pada Rabu (25/9/2019).

Ia dilarikan ke IRD RSUD Syamrabu Bangkalan karena menderita luka bacok di kepala bagian belakang kiri atas, kanan bawah serta kanan atas, punggung sebelah kiri dan kanan, dan bibir bawah sebelah kanan.

JS menjelaskan, awalnya tidak ada niatan melakukan pengeroyokan hingga berujung pembacokan. Kehadiran pihaknya ke lokasi urukan itu ingin bertanya secara baik-baik siapa penguruk lahan tersebut.

"Tetapi (korban) jawab, 'kenapa ngurus urusan kita'. Ya akhirnya dibacok. Saya datang dan ikut membacok," jelasnya.

Kapolres Bangkalan, AKBP Rama Samtama Putra memaparkan, motif dari aksi pengeroyokan itu lantaran dipicu masalah komunikasi.

"Tidak ada kulonuwon (pamit) istilahnya. Kegiatan pengurukan itu mempunyai nilai ekonomis dan profit. Sehingga terjadi perselisihan," paparnya.

Kendati demikian, lanjut Rama, tindakan main hakim sendiri hingga menimbulkan korban luka atau meninggal dunia tidak bisa dibenarkan.

"Identitas enam pelaku lainnya sudah kami kantongi. Anggota kami saat ini tengah memburu mereka," ujarnya.

Selain dua tersangka tersebut, Operasi Sikat Semeru 2019 Satreskrim Polres Bangkalan bersama polsek jajaran selama dua pekan telah menangkap sebanyak 11 pelaku tindak pidana.

"Ada curat (pencurian dengan pemberatan), curas (pencurian dengan kekerasan), curanmor (pencurian kendaraan bermotor), dan kepemilikan senjata tajam," pungkasnya. 

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved