Breaking News:

Berita Jember

Perempuan Petani di Jember bersama Massa Perjuangkan Sertifikat Tanah, Demo di Pemkab dan DPRD

Ibu dua orang anak ini hidup di kawasan thethelan, sebutan untuk kawasan permukiman yang berada di kawasan milik Perhutani.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Parmin
surya.co.id/sri wahyunik
Ribuan petani di Jember melakukan demo di DPRD Jember menolak RUU Pertanahan yang dianggap merugikan mereka, Senin (30/9/2019). 

"Kenapa kami menuntut GTRA ini segera dibentuk, supaya gugus tugas bisa segera dibentuk. Apalagi ini amanat Peraturan Presiden. Bahkan Gubernur Jawa Timur juga sudah mengeluarkan SK GTRA di Jatim. Kami menunggu Bupati Jember untuk mengeluarkan SK GTRA, sehingga tim bisa segera bekerja," tegas Juma'in.

Secara keseluruhan ada empat tuntutan petani yakni melaksanakan UU Pokok Agraria No 5 Tahun 1960 secara murni dan melaksanakan reforma agraria sejati; keddua, mendesak Bupati Jember membuat SK GTRA; ketiga, mendesak tidak terjadi lagi kriminalisasi kepada petani.

"Keempat, kami meminta supaya RUU Pertanahan dicabut, bukan ditunda saja. Namun dicabut, dan beberapa pasal direvisi karena ada sejumlah pasal yang merugikan petani," tegas Juma'in.

Aksi di depan Kantor Pemkab Jember tidak ditemui oleh pejabat Pemkab. Bupati Jember Faida juga sedang berada di luar negeri.

Akhirnya Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal yang berbicara di depan petani. Alfian menegaskan, kalau pihaknya bakal meneruskan aspirasi petani kepada bupati. Alfian juga mengharapkan Pemkab Jember melalui bupati segera membuat Sk GTRA tersebut.

"Kami juga tidak akan melakukan kriminalisasi kepada petani. Karena ketika tidak ada petani, maka perekonomian dan pembangunan akan terhambat," tegas Alfian.

Sedangkan saat berada di gedung DPRD Jember, pimpinan DPRD Jember menemui para petani. Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi menegaskan pihaknya mendukung aksi petani Jember. Anggota dewan akan meneruskan aspirasi petani Jember ke pemerintah pusat.

"Kami juga akan berkoordinasi dengan bupati terkait SK Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) ini," tegas Itqon.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved