Citizen Reporter

Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura Terapkan Sistem Pemilu untuk Kampus

Mahasiswa sharing-hearing berkait alur dan sistem pelaksanaan pemilu di Indonesia. itu menjadi bahan pembelajaran dan evalusi sistem pemilu di kampus

Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura Terapkan Sistem Pemilu untuk Kampus
ist/Citizen Reporter
Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) berfoto bersama KPU 

SURYA.co.id - Salah satu program kerja DPM-FISIB Universitas Trunojoyo Madura (UTM), yaitu melakukan kunjungan ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di wilayah Jawa Timur.

Kegiatan itu terlaksana Jumat (20/9/2019) di kantor KPU Bangkalan yang dihadiri sepuluh mahasiswa DPM-FISIB UTM.

Kedatangan mahasiswa disambut baik oleh empat komisioner KPU Bangkalan. Mahasiswa ingin sharing-hearing berkait alur dan sistem pelaksanaan pemilu di Indonesia. Itu akan menjadi bahan pembelajaran dan evalusi terhadap sistem pemilu di kampus agar lebih baik. Di kampus UTM digelar pemilihan umum adalah DPM-KM dan DPM-Fakultas.

Kegiatan itu dibuka dengan penjelasan mengenai pelayanan apa saja yang dilakukan KPU dan tata cara perekrutan anggota KPU RI sampai KPU Kabupaten/Kota. Setelah itu, dilanjutkan pembahasan tips dan solusi untuk membentuk sebuah sistem pemilihan umum yang tepat di kampus, khususnya di UTM.

Banyak sekali PR yang harus dilakukan mulai dari mengadakan pembentukan partai politik yang legal dalam lingkup kampus, membentuk KPU yang independen, mendirikan banwaslu, sampai mengadakan TPS di tiap-tiap kelas agar lebih praktis dan efisien.

Sairil Munir, salah satu komisioner KPU Bangkalan mengatakan, itu harus direalisasikan apabila ingin memperbaiki sistem pemilu di kampus lebih terstruktur.

“Kalau perlu kita susun regulasinya bersama. Apabila hal itu terealisasikan, akan mampu menumbuhkan semangat demokrasi mahasiswa terhadap sistem pemerintahan di dalam kampus. Mayoritas kampus di Indonesia memiliki sistem pemerintahan layaknya miniatur negara,” kata Sairil.

Sairil yang juga alumnus UTM senang dengan kedatangan mahasiswa karena itu menandakan kesadaran mahasiswa mengenai sistem pemilu yang baik cukup tinggi. Ia pun menegaskan, kesadaran mahasiswa dalam pemilu di kampus masih sangat minim dengan rata-rata hanya 30 persen yang berpartisipasi. Itu menandakan sebuah sistem demokrasi yang gagal karena tidak lebih dari 60 persen pemilih.

Moh Hotibul Umam, Ketua Umum DPM FISIB mengatakan, kunjungan ke kantor KPU Bangkalan saat itu sangat bermanfaat.

“Itu membuka luas pandangan kami untuk membenahi dan membuat sistem pemilu di kampus lebih terorganisasi,” katanya.

Fenny Rahmawati
Mahasiswa Sastra Inggris
Universitas Trunojoyo Madura
fennyrahma86@gmail.com

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved