Berita Nganjuk

Ditaruh di Tempat Terbuka, Logistik Pemilu KPU Nganjuk Terancam Rusak

KPU Nganjuk mengkhawatirkan rusaknya logistik pemilu lantaran ditaruh di tempat terbuka

Ditaruh di Tempat Terbuka, Logistik Pemilu KPU Nganjuk Terancam Rusak
surya/ahmad amru muiz
Ketua KPU Kabupaten Nganjuk, Pujiono, menunjukkan tumpukan logistik Pemilu berupa kotak suara yang ditumpuk di halaman terbuka kantor KPU, Senin (30/9/2019) 

SURYA.co.id | NGANJUK - KPU Nganjuk mengkhawatirkan rusaknya logistik pemilu. Ini setelah sekitar 18.300 kotak surat suara dan dokumen surat suara Pemilu 2019 Nganjuk ditempatkan dalam tumpukan di halaman kantor KPU Nganjuk.

Ketua KPU Nganjuk, Pujiono, mengakui pihaknya terpaksa menempatkan logistik Pemilu 2019 di halaman kantor KPU dikarenakan belum memiliki gudang penyimpanan. Hal itu setelah masa sewa gudang yang sebelumnya digunakan untuk menyimpan logistik pemilu habis.

"KPU tidak memiliki anggaran untuk melanjutkan sewa gudang sebesar Rp 500 ribu per harinya. Untuk itu, logistik pemilu terpaksa kami tempatkan di halaman terbuka kantor KPU sejak Agustus lalu," kata Pujiono, Senin (30/9/2019).

Sesuai aturan, lanjut Pujiono, tahapan Pemilu akan berakhir pada tanggal 20 Oktober 2019 mendatang.

Setelah tahapan Pemilu berakhir, logistik Pemilu bisa dimusnahkan atau secara teknis pelaksanaan masuk dalam kewenangan KPKNL (Kantor Pelayanan  Kekayaan Negara dan Lelang).

Untuk itu, ungkap Pujiono, setidaknya satu bulan setelah tahapan pemilu berakhir maka logistik pemilu segera ada penanganan dari KPKNL cabang Surabaya.

Ini dikarenakan nilai ekonomi dari logistik Pemilu di Nganjuk bisa jatuh atau susut karena rusak terkena air hujan atau habis dimakan hama rayap serta tikus.

"Jadi kami berharap ada perlakuan khusus dan cepat pada logistik Pemilu di KPU Nganjuk. Karena logistik tidak disimpan di gudang seperti di daerah lain yang sudah memiliki gudang penyimpanan," ucap Pujiono.

Memang, diakui Pujiono, persoalan penyimpanan logistik Pemilu menjadi risiko KPU Nganjuk yang belum memiliki gudang penyimpanan yang representatif.

KPU Nganjuk harus menyewa gudang untuk menyimpan logistik dalam Pemilu 2019 lalu.

Hal itu menjadikan KPU Nganjuk harus menyewa gudang penyimpanan.

"Dan itu menjadi beban anggaran tersendiri bagi KPU Nganjuk. Maka dari itu, saat ini pihaknya hanya berharap ada tindakan cepat dari pihak terkait sesuai aturan soal bekas logistik pemilu ini," tutur Pujiono.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved