Berita Kediri

Diskusi Kebangsaan Meninjau Ulang Peristiwa G30S/PKI: Semoga Generasi Tak Durhaka dan Lupa Sejarah

Rumah masa kecil Bung Karno di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri bakal dmenggelar diskusi kebangsaan.

Diskusi Kebangsaan Meninjau Ulang Peristiwa G30S/PKI: Semoga Generasi Tak Durhaka dan Lupa Sejarah
surya.co.id/didik mashudi
Kushartono 

SURYA.co.id | KEDIRI - Rumah masa kecil Bung Karno di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri bakal menggelar diskusi kebangsaan bertopik "Meninjau Ulang Peristiwa G 30 S PKI", Selasa (1/9/2019).

Diskusi bakal menghadirkan tiga nara sumber di antaranya, H Abu Muslih, Ketua Lesbumi PCNU Kabupaten Kediri, Romo Prabu, Ketua Kunjang Nusantara dan Kushartono, Ketua DPC PCTA Indonesia Kediri.

Salah satu pembicara Kushartono menjelaskan, sudah berpuluh tahun hari meninggalnya Pahlawan Revolusi dilupakan, dilalaikan dan tidak pernah diperingati.

"Jas merah, semoga kita tidak menjadi generasi yang durhaka dan melupakan sejarah," ungkap Kushartono, Senin (30/9/2019).

Diungkapkan, dengan menggelar diskusi kebangsaan diharapkan dapat meluruskan hari duka nasional peristiwa G 30 S PKI.

Kushartono mengungkapkan, benarkah tanggal 30 September disebut sebagai hari duka nasional saat 7 jenderal Pahlawan Revolusi meninggal dunia dan kita wajib mengibarkan bendera merah putih setengah tiang.

"Sesungguhnya meninggalnya 7 Pahlawan Revolusi pada 1 Oktober.

Sehingga hari duka nasional harusnya 1 Oktober atau 30 September? Mana yang benar," ungkapnya.

Dikatakan, palam keyakinan tradisi Jawa, pada saat hari orangtua kita meninggal dunia atau kakek nenek kita meninggal dunia ada sejumlah pantangan.

Di antara pantangan pada hari naas ini seperti dilarang mengadakan pernikahan, dilarang mendirikan rumah, dilarang bepergian jauh dan dilarang mengadakan pesta.

Halaman
12
Penulis: Didik Mashudi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved