Citizen Reporter

Bimtek Penulisan Buku Nonteks di Surabaya Bersama Ratusan Peserta Penulis dan Penerbit

Salah satu tujuan penyelenggaraan Undang-Undang No 3 tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan adalah meningkatkan mutu dan sumber daya perbukuan

Bimtek Penulisan Buku Nonteks di Surabaya Bersama Ratusan Peserta Penulis dan Penerbit
ist/Citizen Reporter
Foto bersama 147 peserta Bimtek Penulisan Buku Nonteks 

SURYA.co.id - Ketersediaan buku yang bermutu menjadi salah satu faktor untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Selain sebagai media edukasi, buku yang bermutu juga akan dapat menumbuhkembangkan budaya literasi bagi masarakat.

Salah satu tujuan penyelenggaraan Undang-Undang No 3 tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan adalah meningkatkan mutu dan sumber daya perbukuan untuk menghasilkan buku bermutu, murah, dan merata. Dengan demikian, para pelaku perbukuan dapat berperan aktif mewujudkan sistem perbukuan yang berkualitas.

Supaya dapat menjalankan amanat itu, insane perbukuan memiliki tanggung jawab menghasilkan buku yang bermutu terutama buku bidang pendidikan, salah satunya adalah buku nonteks. Itu sebabnya, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Jawa Timur menyikapinya dengan menyelenggarakan Bimtek Penulisan Buku Nonteks.

Kegiatan itu diselenggarakan di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Sabtu (21/9/2019).

Sebanyak 147 peserta, dengan perincian 98 utusan penerbit dan 49 penulis perorangan, aktif mengikuti kegiatan bimtek itu. Insan-insan perbukuan yang hadir datang dari DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur terdiri atas desainer, ilustrator, editor, dan penulis buku.

Fatkul Anam, Ketua IKAPI Jawa Timur, menyampaikan tujuan dari bimtek adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para insan perbukuan. Kegiatan itu juga diharapkan dapat memperbanyak buku nonteks yang sesuai dengan standar penilaian serta membentuk ekosistem perbukuan yang berkualitas.

Materi yang disampaikan oleh narasumber sangat menarik dan menggugah para peserta. Materi Kebijakan Perbukuan disampaikan oleh Supriyatno (Kepala Bidang Penilaian dan Pengawasan Buku, Pusat Perbukuan, Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan), Regulasi dan Filosofi Mutu Buku Nonteks oleh Bahrul Hayat (Ketua Panitia Penilaian Buku Nonteks Pelajaran), Instrumen dan Kiat Lolos Penilaian Buku Nonteks oleh Bambang Trim (Anggota Panitia Penilaian Buku Nonteks Pelajaran), Peluang Pemasaran Buku Nonteks oleh Mursyid Burhanuddin (Dewan Pertimbangan IKAPI Jawa Timur).

Keberadaan buku nonteks yang digunakan di satuan pendidikan baik dari segi konten, bahasa, atau aspek yang lain berbeda dengan buku untuk umum. Secara garis besar dapat disimpulkan, buku nonteks yang bermutu dan laik digunakan di satuan pendidikan harus memenuhi paling tidak enam indikator.

Pertama, dari segi legalitas apakah buku itu karya sendiri atau orang lain. Kedua, norma menyangkut kesesuaian konten dengan norma di masyarakat. Ketiga, materi yang disajikan apakah sesuai fakta atau tidak. Keempat, penyajian harus sesuai dengan usia pembaca. Kelima, bahasa yang digunakan harus baku dan lugas. Keenam, desain atau grafika harus menarik bagi pembaca.

Dengan bertemunya insan-insan perbukuan dalam kegiatan itu diharapkan dapat melahirkan buku bermutu yang memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah. Itu supaya dapat memenuhi khasanah perbukuan nasional.

Abdul Majid Hariadi
Guru di SMK Negeri 1 Sidoarjo
majidsmkn1_sda@yahoo.com

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved