Single Focus

Banyak Warga masih Tanya Kapan e-KTP Jadi

Maria mengungkapkan, ada bank yang kerap mempertanyakan kapan ia bisa mendapat e-KTP. Padahal, Surat Keterangan (suket) saja sebenarnya sudah cukup.

Banyak Warga masih Tanya Kapan e-KTP Jadi
surya.co.id/ahmad zaimul haq
MAKIN SIMPLE - Supervisor Frontliner BPJS Kesehatan Surabaya, Nanda Aulia Fitriana menunjukkan surat keterangan (Suket) pengganti e-KTP yang Virtual Sertificate atau Suket ber-barcode, Jumat (27/9/2019). 

KETIKA bertemu langsung dengan Agus Imam Sonhaji, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya, Jauw Maria (52) menceritakan keluh kesahnya akibat tak kunjung mendapatkan e-KTP.

Ia bertanya soal kapan kira-kira blangko e-KTP datang, dan Agus hanya bisa menjawab dengan senyum, tak yakin kapan kondisi akan normal kembali.

"Blangkonya dari Pusat, jumlahnya tidak sebanding dengan permintaan. Penduduk Surabaya banyak, 3,2 jutaan, tidak sebanding dengan jumlah yang dikirim. Biasanya dikirim 10.000, sekarang 1.000, 500," kata Agus saat ditemui di kantor Dispendukcapil, Gedung Siola, Sabtu (28/9/2019).

Maria mengungkapkan, ada bank yang kerap mempertanyakan kapan ia bisa mendapat e-KTP. Padahal, Surat Keterangan (suket) saja sebenarnya sudah cukup membuktikan identitas dirinya.

Untuk mengurus hal lain juga bisa, tetapi menurutnya, masih banyak instansi yang ngeyel ingin ditunjukkan e-KTP.

"Saya ditanyain bank untuk urusan kantor. Bukannya mereka tidak mau menerima, tetapi saya ditanya harus tahu kapan selesainya. Padahal, resmi kan sudah," keluhnya.

Karena masih mengantongi suket saja dan belum mendapat Virtual Certificate, Maria terpaksa membawa ke mana-mana, termasuk di bandara. Biasanya, ia scan sendiri suket itu dan file-nya ada di gawainya.

"Tetapi bandara nggak mau. Sedang saya traffic tiap minggu. Meski saya sudah platinum member, tetap diminta yang A4. Kan repot," ujarnya.

Gencarkan di medsos
Mendengar hal ini, Agus menyebut akan mengundang pihak Angkasa Pura (AP) supaya warga Surabaya diperbolehkan menunjukkan tanda identitas cukup lewat gawai saja, yakni berupa Virtual Certificate.

"Iya, saya belum bicara dengan Angkasa Pura. Kalau imigrasi sudah. Kami rencana akan mengundang Angkasa Pura, supaya bisa diterima," ucapnya.

Saat ini, Agus mengakui, belum banyak masyarakat Surabaya yang mengetahui fungsi Virtual Certificate.
Meski begitu, sudah ada warga yang memanfaatkan Virtual Certificate saat mengurus berbagai kebutuhan, dan semuanya berjalan dengan lancar.

"Kami bakal gencarkan lewat media sosial, kalau bisa juga menggandeng influencer," imbuh Agus.

Seperti diketahui, saat ini Dispenduk Capil Surabaya telah menerbitkan sekitar 72.000 lembar Suket e-KTP yang dilengkapi QR Code atau virtual certificate. 

Penulis: Delya Octovie
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved