Berita Bisnis

Tingkatkan Produksi Migas, Pertamina EP Lakukan Pengeboran di 7 Sumur Pengembangan

Target pengeboran development di Pertamina EP pada 2019 mencapai sekitar 100 sumur

Tingkatkan Produksi Migas, Pertamina EP Lakukan Pengeboran di 7 Sumur Pengembangan
suryaa.co.id/sudharma adi
Kegiatan Bali Run Fest 2019 di Ubud Gianyar Bali yang diikuti puluhan peserta, dalam peringatan HUT ke-14 Pertamina EP. 

SURYA.co.id | GIANYAR - Potensi minyak bumi dan gas yang dikembangkan di Indonesia masih cukup besar.

Itu terlihat dengan adanya pengeboran 5 sumur pengembangan dan 2 sumur eksplorasi di Indonesia yang dilakukan PT Pertamina EP.

Direktur Operasi & Produksi PT Pertamina EP Chalid Said Salim menjelaskan progress produksi triwulan III 2019 dan kesiapannya menjawab tantangan produksi pada 2020 nanti.

"Target pengeboran development di Pertamina EP pada 2019 mencapai sekitar 100 sumur dengan proyeksi realisasi hingga akhir tahun mencapai 96 sumur," jelas Chalid, seusai kegiatan Bali Run Fest 2019 di Ubud Gianyar Bali, Sabtu (28/9/2019).

Sedangkan pada 2020, PT Pertamina EP rencana mengawali awal tahun dengan pengeboran sumur baru.

Dari hasil eksplorasi Pertamina EP sejak 2019, ada 5 sumur pengembangan dan 2 sumur eksplorasi.

"Ada 7 sumur yang akan ditajak saat awal 2020. Asset 1 Rantau 1 sumur, Asset 3 Jatibarang dan Subang, Asset 5 Bunyu dan Sangasanga. Dan 2 sumur eksplorasi," jelasnya.b

Lebih lanjut Chalid menjelaskan, bahwa tren peningkatan produksi Pertamina EP ditunjukkan dengan data produksi minyak Pertamina EP per Agustus 2019 mencapai 82.327 BOPD.

Itu lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi Agustus 2018 sebesar 77.248 BOPD.

Dan realisasi gas 966 MSCFD per Agustus 2019 lebih rendah dibandingkan dengan realisasi Agustus 2018 sebesar 1.021 MMSCFD.

Sedangkan untuk laba bersih per Agustus sudah mencapai USD 440 Juta.

"Untuk realisasi produksi gas memang lebih rendah dari target, dikarenakan ada lapangan gas di Sumatera Selatan yang perlu dijaga reservoir nya agar sustain dan bisa menambah waktu produksinya.

Penurunannya antara 20 hingga 30 MMSCFD. Maka dari itu kami optimalkan produksi gas dari lapangan lainnya," jelas Chalid.

Penulis: Sudharma Adi
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved