Berita Magetan

Ratusan Mahasiswa STAIM Magetan Salat Gaib untuk Dua Mahasiswa Kendari yang Meninggal terkait Demo

Ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Ma'arif (STAIM) Magetan salat gaib di masjid kampus untuk kedua almarhum mahasiswa Universitas Halu Oleo.

Ratusan Mahasiswa STAIM Magetan Salat Gaib untuk Dua Mahasiswa Kendari yang Meninggal terkait Demo
surya.co.id/doni prasetyo
Salat Gaib di Masjid STAIM Magetan yang juga dihadiri Kapolres Magetan AKBP Muhammad Riffai, Minggu (29/9/2019). 

SURYA.co.id | MAGETAN - Sekitra 200 mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Ma'arif (STAIM) Magetan melakukan salat gaib mendoakan dua mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari yang meninggal saat demo menolak RUU kontroversial, Sabtu (28/9/2019).

"Salat gaib yang kami laksanakan bersama seluruh mahasiswa STAIM Magetan ini untuk mendoakan dua mahasiswa yang menggal saat demo menolak RUU Kontroversial di Universitas Halu Oleo, Kendari,"kata Rektor STAIM Magetan Dr H Sulhan Abdul Ghani MPd seusai salat gaib di masjid kampus STAIM, Minggu (29/9).

Menurut Doktor Sulhan, yang bertindak sebagai imam, salat gaib itu dilanjutkan dengan tahlil dan zikir fida', mengirim doa untuk kedua almarhum.

"Selain mendoakan kedua almarhum kader PMII yang meninggal saat aksi itu, salat ini juga untuk keutuhan bangsa dan negara Indonesia, serta untuk kemakmuran rakyat Indonesia, semoga dikabulkan,"jelas Doktor Sulhan.

Dalam acara salat gaib itu terlihat Kapolres Magetan AKBP Muhammad Riffai dan stafnya berada di barisan terdepan. Selain itu juga terlihat sejumlah karangan bunga duka cita dari Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan dan Kapolres Magetan.

"Kita ikut berduka cita dan mendoakan rekan-rekan kita yang menjadi korban unjukrasa di universitas Halu Oleo Kendari, yang ternyata juga kedua almarhum kader PMII," kata Kapolres Riffai  seusai salat dan beramah tamah dengan mahasiswa dan dosen STAIM.

Selain itu, kedatangan Kapolres dan staf di kampus STAIM Baluk Magetan ini untuk mencari kegiatan amalan yang mendatangkan pahala, dan berkah bagi semuanya.

"Selain ikut berbela sungkawa dengan meninggalnya kedua mahasiswa di Kendari, kami ingin mencari kegiatan, amalan, pahala dan berkah bagi kita semua. Karena itu kami berbaur ikut salat gaib berjamaah dilanjutkan dengan tahlil dan zikir fida'," kata AKBP Riffai.

Kapolres berharap, dengan kegiatan positif ini bisa menjadi berkah bagi kita semua, dan Magetan umumnya. 

"Dengan kegiatan ini, diantara kita bisa saling dekat, apalagi sesama saudara muslim, kita bisa silaturahmi. Apalagi dengan kegiatan tahlil dan zikir, mudah mudahan bisa mendapatkan berkah bagi kita semua, aamiin,"tandas Kapolres Magetan AKBP Muhammad Riffai.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved