Intiland Kebut Proyek Untuk Capai Target Penjualan 2019

Intiland ngebut menyelesaikan proyek apartemen agar target penjualan yang ditetapkan tahun ini dapat tercapai.

Intiland Kebut Proyek Untuk Capai Target Penjualan 2019
surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari
Direktur Marketing Intiland wilayah Surabaya Harto Laksono (kiri) saat menunjukkan progres pembangunan pada apartemen The Rosebay di Surabaya, Jumat (27/9/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pengembang properti PT Intiland Development Tbk di semester II tahun 2019 mentargetkan penyelesaian proyek apartemen untuk mendorong penjualan. Salah satunya bangunan low rise The Rosebay yang saat ini sudah dalam tahap finishing.

Direktur Marketing Intiland wilayah Surabaya, Harto Laksono, mengatakan hingga saat ini penjualan properti di Surabaya sudah mencapai 60 persen dari target. Sisanya akan dikejar hingga akhir tahun ini.

"Di akhir tahun ini kami akan mengandalkan proyek residesial seperti The Rosebay yang penjualannya sudah mencapai 70 persen dari 229 unit yang ditawarkan, kami juga masih ada unit rumah di Graha Natura, lalu ada apartemen Graha Golf yang unitnya tinggal 10 persen lagi," kata Harto Laksono, saat update proyek low rise The Rosebay, Jumat (27/9/2019) lalu.

Selain itu, Intiland juga sedang proses persiapan satu kluster rumah tapak baru di kawasan Graha Family sebagai stok untuk dijual pada kuartal IV/2019. Sebelumnya, Intiland juga sudah memasarkan proyek Small Office Home Office (Soho).

"Hingga kuartal III ini penjualan kami khusus Surabaya memang lebih banyak dikontribusi oleh proyek residensial sekitar 50 persen, kalau apartemen 35 persen, dan proyek office kontribusinya 15 persen," jelas Harto.

Untuk mempercepat penjualan, perseroan akan menyiapkan tujuh show unit yang sudah lengkap dengan desain interior dan perabotan. Hingga kini sudah ada dua show unit yang telah selesai.

"Diharapkan dengan adanya show unit, konsumen bisa melihat langsung bentuk dari apartemen low rise yang hanya empat lantai ini. Nantinya tujuh show unit juga akan ditawarkan kepada pasar yang memang ingin beli dan langsung masuk tanpa perlu mengisi furnitur," jelasnya.

Proyek low rise The Rosebay yang ditargetkan rampung pada pada kuartal III/2020 itu hanya memiliki 229 unit, dengan porsi 80 persen untuk tipe 2 bedroom dengan harga Rp 2,4 miliar dan 20 persen untuk tipe 3 bedroom.

"Tipe 3 bedroom terutama yang menghadap ke golf view sudah habis, dan memang harganya lebih mahal dari yang 2 bedroom, yakni Rp 4,5 miliar," kata Harto.

Melihat pasar low rise yang cukup diminati, tidak menutup kemungkinan Intiland bakal mengembangkan konsep yang serupa. Saat ini lokasi yang memungkinkan untuk dikembangkan bangunan low rise yakni di dalam kawasan perumahan Graha Natura.

"Memang kalau di Graha Natura belum memungkinkan dibangun high rise apartemen karena lingkungannya adalah landed house, tapi kalau dibangun low rise masih bagus dan ideal," tandas Harto.

Tags
Intiland
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved