Berita Surabaya

DJPPR Bidik Milenial Surabaya Untuk Melek Investasi

Kepala Subdirektorat Hubungan Investor DJPPR, I Gede Yuddy Hendranata (kiri) dan Content Creator, Ario Pratama (tengah) me

DJPPR Bidik Milenial Surabaya Untuk Melek Investasi
SURYA/Ahmad Zaimul Haq
Kepala Subdirektorat Hubungan Investor DJPPR, I Gede Yuddy Hendranata (kiri) dan Content Creator, Ario Pratama (tengah) menjadi pembicara dalam talkshow Yang Muda Yang Bicara, Membangun Generasi Yang Produktif dan Melek Investasi yang digelar Direktorat jendral Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) di Kunokini Cafe dan Resto, Jumat (27/9). Kegiatan itu untuk mendorong generasi muda Surabaya menjadi generasi yang kreatif dan produktif yang dapat meningkatkan kultur investasi. 

SURYA.co.id | Surabaya - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) menggelar kegiatan InFest 2019 (an Inclusive Festival by DJPPR) atau talkshow Yang Muda Yang Bicara di Surabaya dengan target membidik para milenial menjadi generasi yang produktif dan melek investasi.

Langkah ini dilakukan, untuk agar dapat meningkatkan minat dan kultur investasi yang merupakan wujud kontribusi dan
kerja bersama yang lebih baik untuk negeri.

Hadi Surono, Kepala Subbagian Layanan Informasi DJPPR Kementerian Keuangan RI, mengatakan bila kegiatan ini merupakan upaya dari pemerintah dalam menarik para milenial terkait invetasi.

"Dalam talkshow ini kami sampaikan mulai dari apa itu anggaran negara, dari mana saja, untuk apa saja, dan bagaimana masyarakat bisa ikut serta dalam pengelolaannya dengan menjadi investor," ungkap Hadi, yang hadir dalam kegiatan bertema Creative economy : Passion, Grow, Invest”, Jumat (27/9/2019) sore.

Saat ini Milenial yang memiliki rentang usia 17 tahun hingga 30 tahun, memiliki potensi yang besar dalam berbagai bidang kreatif dan bisa menghasilkan uang.

Untuk anak muda, untuk menjaga keuangannya tetap stabil dan sehat, maka produktifitas harus dijaga dan bisa berpotensi dikembangkan lewat sektor investasi.

"Pilihan investasi saat ini bukan hanya pasar uang dan saham, tapi ada juga pilihan investasi Surat Berharga Negara (SBN) seri Savings Bond Ritel (SBR) yang resmi diterbitkan pemerintah," jelas Hadi.

SBR 008 yang dipasarkan pada 5 September 2019 lalu berhasil meraup Rp 1,89 triliun dari 10.219 investor.

Dari jumlah tersebut, 62,2 persen merupakan investor baru yang didominasi generasi milenial sebanyak 51,9 persen.

Mereka dari beragam profesi seperti wiraswasta (19,56 persen), ibu rumah tangga (8,95 persen), dan dari kalangan pelajar dan mahasiswa (8,10 persen).

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved