Berita Surabaya

BERITA SURABAYA POPULER Hari ini, Guru Silat & Siswi SMP Berhubungan Badan & Demo Pakai Mobil Mewah

BERITA SURABAYA POPULER Hari ini, Guru Silat & Siswi SMP Berhubungan Badan & Demo Pakai Mobil Mewah

BERITA SURABAYA POPULER Hari ini, Guru Silat & Siswi SMP Berhubungan Badan & Demo Pakai Mobil Mewah
Willy Abraham/TribunJatim.com
Aldiansyah, guru silat yang berhubungan badan kekasihnya yang masih SMP kini hanya tertunduk malu di Mapolrestabes Surabaya, Jum'at (27/9/2019). 

"Ada yang tahu siapa doi? Wah wah wah jiwa kemiskinanku saat itu sungguh bergetar hebat lur. Aku mung iso gowo beat sepurane lur. Iya lur, video ini buat lucu-lucuan aja ya"

Hingga berita diturunkan video unggahan @permadilgan ditonton 36 ribu lebih.

Sementara kolom komentar unggahan tersebut tampak dinonaktifkan.

Di dalam video tersebut tertulis bahwa pengendara mobil mewah Peugeot adalah mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Perbanas Surabaya.

Saat dikonfirmasi Surya.co.id, Humas STIE Perbanas, Eko membenarkan mahasiswa yang mengendarai mobil buatan Prancis itu adalah mahasiswa kampus STIE Perbanas.

"Iya. anak Sarjana Ekonomi Syariah, angkatan 2017," ungkapnya.

3. Pemkot Surabaya Bingung Tentukan Nasib Gedung Kesenian THR, Seniman Tolak Tempati Hi Tech Mall

Pemkot Surabaya akan merevitalisasi kawasan Taman Hiburan Rakyat (THR) setempat sebagai pusat kesenian usai Pemkot melakukan penataan
Pemkot Surabaya akan merevitalisasi kawasan Taman Hiburan Rakyat (THR) setempat sebagai pusat kesenian usai Pemkot melakukan penataan (Surabaya.Tribunnews.com/Ahmad Zaimul Haq)

Pemkot Surabaya masih bingung menentukan nasib Gedung Kesenian THR yang berada  di belakang Hi Tech Mall Surabaya. Gedung pertunjukan megah di areal Taman Hiburan Rakyat (THR) itu hingga kini belum jelas pemanfaataannya.

Ada rencana Pemkot melukir gedung kesenian ditempatkan di depan di area Hi Tech Mall. Namun, rencana tersebut disambut tolakan para seniman Surabaya.

Sempat menguat bahwa gedung luas yang terdiri dari tiga gedung pertunjukan itu akan dirobohkan. Namun, rencana ini belum terkonfirmasi. Tapi yang pasti gedung kesenian yang sempat menjadi ikon Kesenian Surabaya itu tak akan lagi menjadi gedung Kesenian dan pertunjukan seni. 

Kepala Dinas Pengelolaan Tanah dan Bangunan (DPTB) Maria Ekawati Rahayu saat dikonfirmasi mengakui bahwa gedung Kesenian THR itu belum diputuskan untuk gedung apa.

"Yang jelas 25 persen Hi Tech Mall nanti untuk gedung kesenian," kata Yayuk panggilan akrab Ekawati Rahayu, Kamis (26/9/2019).

Saat didesak, apakah gedung Kesenian THR akan menjadi gedung layanan Pemerintah dan pusat kegiatan ekonomi kreatif, Yayuk memilih tidak menjawab karena bukan wewenangnya menduga peruntukan gedung Kesenian THR itu.

"Hi Tech Mall dulu lah. Yang jelas, gedung Kesenian itu nantikan akan digunakan sesuai peruntukannya. Bukan ranah saya menjawab," kata Yayuk yang pernah menjabat sebagai Kabag Hukum.

Seiring dengan berakhirnya masa BOT PT Sasana Boga atas gedung Hi Tech Mall 30 tahun, gedung Mal IT terbesar di Surabaya itu disewakan ke pihak ketiga. Pemkot sudah menawarkan nilai sewa gedung seluas 75.412 meter persegi kepada swasta Rp 18,5 miliar per tahun. 

Bersamaan dengan berakhirnya masa sewa kelola itu berakhir, Pemkot juga menutup Gedung Kesenian THR. Dua gedung utama yakni gedung Ludruk dan Gedung Wayang Orang (Pringgondani) tak lagi bisa jadi gedung seni pertunjukan.

Komplek gedung Kesenian THR selain ada dua gedung utama untuk pementasan seni itu, ada juga gedung kecil dan sejumlah stan lain. Namun belakangan pemkot mendapati gedung-gedung itu untuk tempat tinggal seniman. 

Ada juga sejumlah stan digunakan untuk aktivitas jualan. Ada pula disewakan untuk gudang toko. Akhirnya Pemkot memutuskan menutup dan meminta seniman yang tinggal di gedung Kesenian THR pindah. 

Pantauan surya.co.id di lokasi Gedung Kesenian THR, saat ini kondisi komplek Gedung Kesenian THR itu merana. Pintu utama masuk komplek kini digembok. Pagar ditutup dengan Gedek. Sebuah tulisan pengusiran penghuni gedung Kesenian masih menempel. 

Tertulis ada 7 stan yang dikuasai sejumlah warga. Selain itu ada dua gedung yakni gedung Ludruk dan Wayang Orang. Pengumuman perintah wajib mengosongkan stan dan menyerahkan kunci itu tertulis dari Jaksa Pengacara Negara. Pengumuman itu tertanggal 12 Juli 2019. 

Mereka yang ber-KTP Surabaya saat ini menempati Rusunawa milik Pemkot. Sedangkan yang tidak ber-KTP Surabaya tidak berhak atas tinggal di Ruko.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi saat dikonfirmasi menuturkan bahwa pihaknya belum memutuskan peruntukan terbaru menyangkut keberadaan gedung Kesenian THR. Eri menyebut bahwa gedung kesenian baru akan berada di Gedung Hi Tech Mall.

 "Akan ada lukir. Gedung Kesenian akan kami tempatkan di sisi depan Hi Tech Mall. Mal IT ini kami ambil 1/3 untuk gedung kesenian. Pokoknya sisi depan Hi Tech Mall atau tepi Jl Kusuma Bangsa untuk kesenian," kata Eri Cahyadi.

Penulis: Alif Nur Fitri Pratiwi
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved