Citizen Reporter

Tradisi Ruwatan Wayang Desa Benjor Kecamatan Tumpang Malang

Desa Benjor mengadakan beberapa rangkaian acara, di antaranya yaitu khataman Alquran, tasyakuran (tumpengan), serta ruwatan wayang.

Tradisi Ruwatan Wayang Desa Benjor Kecamatan Tumpang Malang
ist/citizen reporter
Ruwat wayang 

SURYA.co.id - Selamatan desa atau biasa disebut dengan bersih desa adalah kegiatan syukuran yang dilakukan untuk membersihkan desa dari roh-roh jahat, serta upaya untuk menjauhkan desa dari segala mara bahaya.

Selain itu, selamatan desa atau bersih desa juga di maknai sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas panen hasil bumi yang telah diperoleh.

Bentuk dari kegiatan selamatan desa sangat beragam, mulai dari mengadakan syukuran bersama baik di masjid maupun pendopo balai desa, ataupun dengan menggelar pertunjukan kesenian-kesenian daerah.

Desa Benjor, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang merupakan salah satu desa yang mengadakan kegiatan bersih desa atau selamatan desa. Desa Benjor mengadakan beberapa rangkaian acara, di antaranya yaitu khataman Alquran, tasyakuran (tumpengan), serta ruwatan wayang.

Ruwatan wayang atau pertunjukan kesenian wayang kulit digelar di Desa Benjor, Sabtu (14/9/2019) malam. Kelompok kesenian wayang kulit itu dari kelompok wayang Ringgit Purwo di Desa Bokor, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Lokasi penyelenggaraannya di pendopo atau halaman depan Balai Desa Benjor.

Acara di mulai pukul 19.00-04.00. Penonton sangat antusias dalam menyaksikan ruwatan wayang kulit yang diawali dengan Tari Remong dan dilanjut dengan penampilan cerita wayangan yang didalangi Mbah Riyono asal Desa Bokor.

Ruwatan wayang yang ditampilkan memberikan pesan atau makna, dalam kehidupan ini orang harus tetap melakukan kebaikan kapan pun dan di mana pun. Selain itu, orang juga harus tetap menjaga kerukunan dengan sesama.

Ruwatan wayang, dalam rangka bersih desa
Ruwatan wayang, dalam rangka bersih desa (ist/citizen reporter)

Itu seperti yang disampaikan Imam Munir, Kepala Desa Benjor. “Saya berharap desa kita menjadi desa yang semakin baik, aman, sejahtera, serta selalu dilimpahi berkah, dan semoga kerukunan tetap terjaga,” katanya.

Ruwatan wayang kulit ini dipilih sebagai salah satu pertunjukan dalam acara selamatan desa itu sebagai upaya melestarikan dan menjaga budaya agar tetap dikenal masyarakat di tengah-tengah perubahan zaman yang semakin modern.

Selain itu, ruwatan wayang kulit memiliki banyak nilai yang bisa diambil di dalamnya, mulai dari rasa cinta terhadap budaya, kerukunan, kebaikan, dan sebagainya.

Nur Wahyuni
Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah
Universitas Negeri Malang
nurwahyuni825@gmail.com

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved