Pilwali Surabaya 2020

Sepekan Jelang Batas Waktu Perjanjian Hibah, Anggaran Pilwali Surabaya 2020 Belum Jelas

”Usulan itu telah kami sampaikan ke Pemkot Surabaya, namum sampai saat ini belum ada komunikasi lanjutan,” kata Subairi

Sepekan Jelang Batas Waktu Perjanjian Hibah, Anggaran Pilwali Surabaya 2020 Belum Jelas
surya/mohammad romadoni
Ilustrasi 

SURYA.co.id, SURABAYA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya hingga kini belum mendapat kepastian perihal anggaran yang akan digunakan untuk pemilihan Walikota Surabaya 2020 memdatang.

Padahal, KPU menargetkan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) maksimal dapat dilakukan pada 1 Oktober 2019 mendatang.

Berdasarkan penjelasan Komisioner KPU Surabaya, Subairi, untuk penyelenggaran pilwali tahun depan, pihaknya menganggarkan Rp128 miliar rupiah.

”Usulan itu telah kami sampaikan ke Pemkot Surabaya, namum sampai saat ini belum ada komunikasi lanjutan,” kata Subairi kepada Surya.co.id ketika dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (27/9/2019).

Usulan tersebut seharusnya segera direaliasasikan oleh Pemerintah Kota Surabaya melalui mekanisme pemberian hibah dengan penandatangan NPHD.

KPU berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) nomor 15 tahun 2019 telah menjadwalkan penandatangan NPHD pada 1 Oktober 2019 mendatang.

”NPHD masuk dalam perencanaan program dan anggaran. Kemungkinan, bisa molor karena sampai saat ini belum ada pemberitahuan,” kata mantan jurnalis ini.

Di dalam menyusun anggaran tersebut, KPU Surabaya juga telah berkomunikasi dengan berbagai pihak.

Penyesuaian saat konsultasi ini juga membuat usulan anggaran naik dari usulan beberapa waktu sebelumnya, yakni sebesar Rp85,3 miliar.

”Kami harus melakukan perbaikan sampai empat kali setelah menyesuaikan dengan beberapa peraturan kementerian,” kata Subairi.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved