Berita Pamekasan

Peserta Demo Tolak RUU KPK di Pamekasan Diduga Lakukan Perusakan Fasum, Ratusan Pot Bunga Pecah

Ribuan massa yang terdiri dari mahasiswa, pelajar dan masyarakat umum, diduga melakukan perusakan pot bunga di sepanjang Jalan Kabupaten Pamekasan

Peserta Demo Tolak RUU KPK di Pamekasan Diduga Lakukan Perusakan Fasum, Ratusan Pot Bunga Pecah
Kuswanto Ferdian/TribunMadura.com
Kondisi pot bunga yang rusak dan hancur saat aksi unjuk rasa di sepanjang Jalan Raya Kabupaten, Kecamatan Kota, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jumat (27/9/2019) 

SURYA.co.id | PAMEKASAN - Ribuan massa yang terdiri dari mahasiswa, pelajar dan masyarakat umum, diduga melakukan perusakan pot bunga yang berada di sepanjang Jalan Kabupaten, Kecamatan Kota, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jumat (27/9/2019). Perusakan pot bunga itu berlangsung berbarengan dengan aksi kericuhan lempar batu yang terjadi di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan.

Berdasar pantauan TribunMadura.com (grup surya.co.id), ada sekitar 100 pot bunga yang dirusak dan dihancurkan oleh ribuan massa itu. Tak hanya pot yang dirusak, namun sejumlah rambu pengingat lalu lintas yang berjejer di sepanjang Jalan Kabupaten tepatnya di depan Taman Aspirasi Rakyat juga dicopot dan dipatahkan di tengah jalan.

Saat ini, kondisi jalan raya di Jalan Kabupaten masih banyak sisa material yang berhamburan ke tengah jalan. Sementara personel kepolisian dari Satlantas Polres Pamekasan melakukan pengalihan arus lalu lintas dan penutupan jalan di sepanjang Jalan Raya Kabupaten.

Aksi Ribuan Massa Tolak UU KPK di DPRD Pamekasan Ricuh dan Diwarnai Aksi Lempar Batu

Sebelumnya ribuan massa itu mengepung Kantor DPRD Pamekasan dan menyuaraan terkait penolakan pengesahan RUU KPK.

Dalam tuntunnya, ribuan massa itu menyuarakan, RUU KPK semakin membuat KPK lemah dalam penanganan kasus korupsi.

Mereka meminta agar DPRD Pamekasan melayangkan surat keberatan dan penolakan kepada DPRD Pusat agar RUU KPK itu tidak disahkan.

Hingga berita ini dinaikkan, kondisi pot bunga yang rusak itu masih belum dibersihkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Padahal siang ini akan ada aksi kembali dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang akan digelar di depan Kantor DPRD Pamekasan dengan tuntutan yang sama yakni menolak pengesahan RUU KPK.

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved