Ekonomi Bisnis

Pemprov Siap Beri 'Karpet Merah' untuk Investor Taiwan yang Ingin Tanamkan modal di Jatim

Pemprov Jatim melalui DPM-PTSP siap memberikan izin bagi investor asal Taiwan yang akan menanamkan modal di Jatim.

Pemprov Siap Beri 'Karpet Merah' untuk Investor Taiwan yang Ingin Tanamkan modal di Jatim
istimewa
Aries Mukiyono, Kepala DPM-PTSP Jatim saat hadir di pameran Taiwan Expo 2019 di Grand City Convex Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kehadiran pameran Taiwan Expo 2019 di Surabaya tidak hanya menarik bagi kalangan pengusaha saja. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanana Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), siap memberikan izin bagi investor asal Taiwan yang akan menanamkan modal di Jatim.

"Kami siap beri karpet merah pada investor Taiwan untuk berinvestasi di Jatim. Kami akan permudah perizinan sepanjang persyaratan terpenuhi," kata Aries Mukiyono, Kepala DPM-PTSP Jatim, saat hadir pembukaan Taiwan Expo 2019 di Grand City Convex, Surabaya, Kamis (26/9/2019).

Dengan adanya Taiwan Expo ini, arus investasi dari Taiwan bisa terus meningkat ke Jatim.

Dengan begitu, ekonomi yang ada di Taiwan maupun di Jatim akan bersama-sama tumbuh, sehingga kesejahteraan masing-masing masyarakatnya bisa meningkat.

Menurut Aries, even seperti ini harus sesering mungkin dilakukan guna mempererat hubungan Taiwan dan Indonesia, khususnya Jatim.

Apalagi potensi Jatim, dalam pengembangan usaha antar negara, sangat potensial.

"Jatim memiliki potensi yang sangat besar. Jumlah penduduknya saja 40 juta lebih. Ingat, Jatim juga pintu masuk pasar Indonesia timur yang total penduduknya mencapai 150 juta," ungkap Aries.

Sementara itu, Karen Pai, Deputy Executive Director of Taiwan External Trade Development Council (Taitra), mengatakan, dalam pameran ini tidak hanya menampilkan produk dan teknologi, tapi juga menggelar berbagai kegiatan terkait Business to Business (B2B) dengan berbagai pihak di Jatim.

"Potensi penduduk yang besar menjadi pasar yang menarik bagi kami, terutama dari sektor pendidikan dan kesehatan. Karena ini adalah kebutuhan paling dasar," imbuh Pai.

Setelah dua sektor tersebut, sektor lain akan mengikuti, seperti kebutuhan teknologi terkait peningkatan produk industri dan lain sebagainya.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved