Press Release

Ketua Kadin Surabaya : Jalin Kolaborasi Teknologi dengan Taiwan Untuk Tingkatkan Produk dan Pasar

Dengan kolaborasi teknologi itu, industri di Surabaya bisa meningkatkan daya saingnya karena proses produksi menjadi lebih efektif dan efisien.

Ketua Kadin Surabaya : Jalin Kolaborasi Teknologi dengan Taiwan Untuk Tingkatkan Produk dan Pasar
surya.co.id/istimewa
Ketua Kadin Kota Surabaya, Ali Affandi saat tampil di hari pertama Pameran Taiwan Expo 2019 di Surabaya, Kamis (26/9/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pameran Taiwan Expo yang digelar di Grand City Convex, mulai Kamis (26/9/2019) mendapat respon positif dari berbagai pihak.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Surabaya, Ali Affandi, mengatakan bila pelaku usaha di kota Surabaya bisa memanfaatkan momen ini untuk menjalin kolaborasi dengan industri Taiwan.

"Prospek kolaborasi terbuka terutama dalam bidang teknologi di mana Taiwan punya banyak keunggulan. Negara ini juga menjadi bagian penting dalam rantai pasok global industri teknologi dunia. Mereka selangkah lebih maju dalam penerapan Revolusi Industri 4.0, membangun kecerdasan buatan, artificial intelligence, dan itu tentunya bisa diaplikasikan dalam berbagai sektor bisnis, mulai layanan kesehatan sampai makanan-minuman,” kata Ali Affandi atau yang akrab disapa Andi tersebut dalam rilis yang dikirimkan ke SURYA.co.id, Jumat (27/9/2019).

Dengan kolaborasi teknologi itu, industri di Surabaya bisa meningkatkan daya saingnya karena proses produksi menjadi lebih efektif dan efisien.

“Kolaborasi teknologi bakal mendorong lompatan bagi pelaku usaha di Surabaya. Saya kira ada peluang besar di sana yang harus dimanfaatkan,” tambahnya.

Selain kolaborasi teknologi, produk Surabaya juga memiliki peluang besar untuk menggarap pasar ekspor ke Taiwan.

Meski populasinya tidak besar, hanya sekitar 23 juta penduduk, kualitas ekonomi Taiwan sangat baik.

Pendapatan per kapita atau PDB per kapita Taiwan sudah menembus angka 25.000 dolar AS, setara dengan negara-negara maju di dunia.

“Daya beli di sana besar, terutama pada produk turunan pertanian di mana mereka menginginkan produk sehat dan organik. Dalam hal ini, para pelaku usaha Surabaya bisa bermitra dengan para petani di berbagai wilayah Jatim untuk bersama-sama menggarap pasar Taiwan,” jelas Andi.

Selama ini Taiwan memang belum menjadi pasar utama ekspor dari Surabaya dan Jatim yang lebih banyak tertuju ke Jepang, Tiongkok, dan AS.

"Tapi ke depan Taiwan sebagai pasar yang menarik harus digarap,” tambah Andi.

Selain itu, potensi wisatawan dari Taiwan juga cukup besar.

Dengan pendapatan per kapita yang tinggi, berwisata telah menjadi kebutuhan warga Taiwan.

“Surabaya sebagai pintu masuk utama turis ke Jatim perlu mengambil peluang ini dengan memetakan keinginan wisatawan Taiwan,” ungkapnya.

Andi berharap Taiwan Expo yang digelar di Surabaya bisa semakin mempererat relasi ekonomi di antara kedua pihak.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved