Berita Persebaya

BERITA PERSEBAYA POPULER Hari ini, Bajul Ijo Bawa 18 Pemain Lawan Barito Putera, Dutra Menyusul

BERITA PERSEBAYA POPULER Hari ini, Bajul Ijo Bawa 18 Pemain Lawan Barito Putera, Dutra Menyusul

BERITA PERSEBAYA POPULER Hari ini, Bajul Ijo Bawa 18 Pemain Lawan Barito Putera, Dutra Menyusul
Persebaya.id
BERITA PERSEBAYA POPULER Hari ini, Bajul Ijo Bawa 18 Pemain Lawan Barito Putera, Dutra Menyusul 

Bukan tanpa alasan, pasalnya Otavio Dutra masih belum resmi menjadi seorang Warga Negara Indonesia (WNI).

Dilansir dari laman resmi Persebaya.id, manajer tim Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi menuturkan tanggapannya.

Candra mengatakan pemanggilan Otavio Dutra ke Timnas senior akan merugikan Persebaya lantaran status kewarganegaraan Dutra yang hingga kini belum resmi menjadi seorang WNI.

”PSSI tahu bahwa Dutra belum WNI, tapi kenapa masih dipanggil. Ini tentu merugikan Persebaya,” kata Candra Wahyudi, manajer tim Persebaya.

Candra juga menyoroti pemanggilan Dutra oleh PSSI pada Agustus lalu.

Kala itu Dutra dipanggil untuk memperkuat Timnas senior namun gagal dilakukan lantaran masih belum WNI.

Sementara itu, Dutra juga tidak bisa membela Persebaya Surabaya saat melawan Persija.

”Ini mengulang pemanggilan timnas pada akhir Agustus lalu. Ketika itu Dutra tidak bisa diturunkan timnas saat melawan Malaysia maupun Thailand,

Persebaya pun tidak bisa menurunkan Dutra saat melawan Persija,” paparnya.

Kondisi tersebut tentu merugikan Persebaya Surabaya karena dua pemain lainnya, Hansamu Yama dan Irfan Jaya juga turut diterjunkan ke Timnas senior.

Sementara dua pemain lainnya, Rachmat Irianto dan Osvaldo Haay terkena akumulasi kartu sehingga tidak bisa bermain.

Alhasil, Persebaya Surabaya harus bermain tanpa lima pilar inti saat bertanding melawan Persija Jakarta pada 24 Agustus lalu.

Pertandingan pun harus berakhir seri 1-1 di kandang Persebaya.

Terkait pemanggilan Dutra, Candra sebenarnya sudah mengizinkan pemain asal Brazil tersebut, namun jika Dutra belum berstatus WNI tentu ia tidak dapat diterjunkan ke Timnas senior.

Sementara itu, Persebaya Surabaya juga membutuhkan tenaga Otavio Dutra.

”Sangat disayangkan, Dutra sudah kami izinkan ke timnas, saat kami sangat membutuhkan tenaganya, ternyata di timnas dia tidak bisa dimainkan,” kecam Candra.

Oleh sebab itu, Persebaya meminta PSSI agar bijak dalam pemanggilan kali ini.

”Sekali lagi Dutra belum resmi menjadi WNI, masih ada proses yang harus dijalani. Mohon PSSI bijak dalam memanggil pemain untuk timnas,” harap Candra.

Pemanggilan pemain pesebaya tersebut tertuang dalam surat bernomor: 3950/AGB/1344/IX-2019 yang berisi Dutra bersama Hansamu diminta untuk bergabung pemusatan latihan timnas senior pada 1-16 Oktober.

Dutra merupakan salah satu pemain penting Persebaya dimana ia selalau menjadi starter di posisi bek tengah.

ia pun juga memiliki kemampuan yang bagus dalam memberikan umpan dan produktif menciptakan gol.

Terbaru, Otavio Dutra berhasil mencetak gol pembukan saat Persebaya melawan PSIS Semarang hingga membawa unggul tim Bajul Ijo 4-0  atas tuan rumah.

3. Kondisi Alfred Riedl

Persebaya Surabaya dipastikan gagal datangkan Alfred Riedl, sebagai pelatih kepala musim ini.

Batalnya kontrak Riedl, karena pelatih 69 tahun itu mendadak harus menjalani operasi bypass jantung, sehingga tidak bisa bergabung.

”Saya harus mengabarkan tentang keadaan kesehatan sekarang. Saya telah memeriksakan diri di rumah sakit di Vienna, sekaligus membahas aktivitas saya ke depan. Ternyata, dalam dua pekan saya harus menjalani lagi operasi bypass,” terang Riedl sebagaimana dikutip dari laman resmi Persebaya, Rabu (25/9/2019).

Sebelumnya, Persebaya Surabaya sudah memperkenalkan Riedl sebagai pelatih kepala Persebaya lewat video singkat yang diupload di instagram resmi Persebaya 23 Agustus 2019 lalu.

Tapi sejak ditetapkan sebagai pelatih kepala, Riedl masih berada di negaranya. Sementara waktu, Persebaya ditangani duet asisten, Wolfgang Pikal dan Bejo Sugiantoro.

Meski gagal datangkan Riedl, manajemen Persebaya memastikan susunan pelatih tetap seperti saat ini. Wolfgang Pikal diangkat menjadi head coach untuk bermitra dengan asistennya, Bejo Sugiantoro.

”Kombinasi ini sudah menunjukkan performa luar biasa dalam beberapa pertandingan transisi kemarin," terang Candra Wahyudi, manajer Persebaya Surabaya seperti dikutip dari laman resmi Persebaya, Rabu (25/9/2019).

Duet dua pelatih tersebut sejauh ini cukup memberikan dampak positif bagi Persebaya.

Empat laga terakhir di mana kedua pelatih itu sudah bekerjasama, Persebaya belum tersentuh kekalahan, dua laga dimenangkan, dua laga lainnya berakhir imbang.

Tidak hanya secara hasil, sisi permainan, banyak pihak menilai bahwa ada peningkatan secara segnifikan.

"Kemampuan teknis serta sikap disiplin Pikal menjadi seimbang dengan gaya permainan menarik yang ditonjolkan Bejo. Semoga tren kami bisa terus naik di sisa musim ini,” tambah Candra.

Meski sudah pasti tidak bisa gunakan jasa Riedl musim ini, Candra membuka peluang gaet Riedl sebagai pelatih. Dengan catatan sudah tidak baik dari sisi kebugaran.

"Ke depan, tentu masih terbuka peluang Alfred Riedl menjadi pelatih dan mentor di Persebaya," ucap Candra.

Di sisi lain, Riedl juga pastikan dirinya masih berhasrat menjadi juru racik Persebaya.

"Mungkin saya bisa bergabung musim depan kalau saya sudah fit lagi dan semua pihak masih menginginkan,” ucap Riedl.

Dengan kondisi tersebut, Persebaya akan tetap dipimpin duet pelatih Wolfgang Pikal-Bejo Sugiantoro. Pikal sudah berlisensi AFC Pro, memenuhi syarat menjadi pelatih kepala Persebaya. Tinggal menunggu pengesahan dari PSSI.

Selain memenuhi syarat secara administrasi. Pikal memiliki pengalaman tangani timnas bersama Riedl. Dia memiliki disiplin, metodologi dan struktur kepelatihan yang bagus.

Sementara, Bejo, sebagai legenda hidup Persebaya Surabaya mampu membentuk karakter permainan khas Persebaya yang ngeyel, ngosek dan wani.

Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved