Berita Malang Raya

9 Tuntutan Jurnalis Malang Raya Saat Aksi Unjuk Rasa di DPRD Kota Malang

Berikut ini merupakan tuntutan jurnalis se-Malang Raya soal kekerasan terhadap jurnalis yang terjadi beberapa hari belakangan ini.

9 Tuntutan Jurnalis Malang Raya Saat Aksi Unjuk Rasa di DPRD Kota Malang
surabaya.tribunnews.com/hayu yudha prabowo
Massa aksi dari AJI Malang, IJTI Korda Malang Raya, PWI Malang dan PFI Malang membawa poster tuntutan dalam aksi solidaritas kekerasan terhadap jurnalis di depan Gedung DPRD Kota Malang, Jumat (27/9/2019). Masaa aksi mendesak pengusutan pelaku kekerarasan terhadap jurnalis saat sedang meliput aksi demontrasi yang marak di berbagai daerah di Indonesia. 

SURYA.co.id | MALANG - Aksi demo yang dilakukan oleh para jurnalis se-Malang Raya di depan gedung DPRD Kota Malang dilakukan untuk menyampaikan sejumlah tuntutan, Jumat (27/9/2019).

Mereka menyikapi soal kekerasan terhadap jurnalis yang terjadi di sejumlah daerah dalam beberapa hari ini.

Koordinator aksi unjuk rasa jurnalis, Mohammad Zainuddin mengatakan, aksi ini merupakan gerakan solidaritas untuk keselamatan jurnalis.

Untuk itu ia meminta kepada petugas kepolisian agar tidak bertindak secara represif terhadap para jurnalis yang sedang meliput.

Jurnalis di Malang Raya Unjuk Rasa Melawan Kekerasan Terhadap Jurnalis yang Dilakukan Polisi

Ketua DPRD Jatim Kusnadi Enggan Berprasangka Aksi Mahasiswa Ditunggangi

Berikut ini merupakan tuntutan jurnalis se-Malang Raya soal kekerasan terhadap jurnalis yang terjadi beberapa hari belakangan ini.

1. Mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus kekerasan terhadap jurnalis yang  melibatkan anggotanya dan massa aksi di berbagai daerah.

2. Mendesak kepolisian menghentikan segala bentuk represi yang mengancam kerja jurnalis, serta mendukung kebebasan berpendapat dan berkespresi yang dilakukan  masyarakat.

3. Menuntut kepolisian menghukum anggotanya yang terlibat kekerasan kepada  jurnalis dan mendorong agar penanganan kasusnya dibuka untuk publik.

4. Menuntut kepolisian melucuti senjata para anggotanya yang bertugas menghalau massa dan menghentikan semua upaya sweeping kepada peserta aksi maupun  jurnalis yang sedang bertugas.

5. Menuntut kepolisian membebaskan Dandhy Dwi Laksono dan Ananda Badudu dari sangkaan pasal karet UU ITE.

6. Menuntut kepolisian menghentikan penangkapan-penangkapan aktivis yang melakukan kritik dan menyuarakan kepentingan publik.

7. Mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kekerasan terhadap jurnalis saat  sedang meliput. Jurnalis dalam menjalankan tugasnya dilindungi UU Pers.

8. Mengimbau perusahaan media untuk memberikan alat pelindung diri kepada jurnalis mereka yang meliput aksi massa yang berpotensi terjadi kericuhan.

9. Mendesak Dewan Pers membentuk Satgas Anti Kekerasan guna menuntaskan kasus kekerasan yang terjadi sepanjang aksi penolakan RKUHP dan Revisi UU KPK di  berbagai daerah.

Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved