Grahadi

Beranda Grahadi

Jatim Akan Adopsi Teknologi 5G Tianjin untuk Rumah Sakit dan Pelabuhan

Dalam pengintegrasian antar rumah sakit di pemprov ini akan menggunakan teknologi 5G yang sudah diterapkan di Tianjin, Tiongkok.

Jatim Akan Adopsi Teknologi 5G Tianjin untuk Rumah Sakit dan Pelabuhan
SURYA.co.id/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menerima delegasi dari Kota Tianjin Tiongkok, yang terdiri dari Vice Chairman of Tianjing Committee of Chinese People's Political Consultative Conference (CPPCC) Tianjin serta sejumlah ahli teknologi dan pendidikan di Grahadi, Kamis (26/9/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah menginisiasi koneksitas antar rumah sakit untuk menyatukan dan mengintegrasikan medical record atau rekam medik pasien. Hal ini akan mengurangi adanya potensi pelanggaran moral hazard di dunia kesehatan khususnya di kepesertaan BPJS.

"Kita akan mulai koneksitas ini di rumah sakit yang ada di bawah koordinasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Karena kalau terintegrasi maka medical record bisa terkonfirmasi. Layanan BPJS juga bisa terkonfirmasi sehinggal menghilangkan moral hazard," kata Khofifah usai menerima delegasi dari Kota Tianjin, Tiongkok, Kamis (26/9/2019).

Pasalnya dalam pengintegrasian antar rumah sakit di pemprov ini akan menggunakan teknologi 5G yang sudah diterapkan di Tianjin, Tiongkok.

Dengan teknologi 5G tersebut akan memungkinkan adanya integrasi rekam medik dari pasien. Teknologi ini rencananya akan diterapkan dengan menggunakan adopsi sistem dan teknologi dari Tianjin.

"Dari rombongan Tianjin tadi juga membawa alat untuk menunjukkan identifikasi kepesertaan menggunakan iris recognation. Jadi untuk mengetahui rekam mediknya menggunakan mata atau juga bisa menggunakan jari, jadi lebih presisi. Sistem ini akan mulai diujicobakan di rumah sakit milik Pemprov Jawa Timur dalam waktu dekat seiring dengan kerjasama dengan Tianjin," kata Khofifah.

Penerapan teknologi 5G Tianjin juga bakal dimanfaatkan di berbagai sektor. Selain rumah sakit, Khofifah juga ingin teknologi informasi itu diterapkan untuk peningkatan layanan di pelabuhan.

Di Tianjin pelabuhannya sudah memiliki julukan smart seaport atau pelabuhan cerdas dengan penerapan teknologi tinggi. Disampaikannya, proses bongkar muat pelabuhan di Tianjin cudah canggih.

"Termasuk di dalamnya kami ingin lihat teknologi 5G dalam proses pelaksanaan smart seaport. Yang dimiliki Tianjin bahkan sudah dengan kedalaman 40 meter. Maka kita ingin dapatkan kerjasama untuk diterapkan di pelabuhan di Jawa Timur," tegas Khofifah.

Lebih lanjut, disampaikan kunjungan Tianjin ke Jawa Timur adalah salah satu upaya untuk mempererat kerjasama antar kedua pemerintahan yang sudah terjalin lama yaitu sejak tahun 2012. Salah satunya yang sudah kuat berjalan selama ini adalah kerjasama di bidang pendidikan.

Ada dua SMK di Ponorogo dan juga di Surabaya yang sudah mendapatkan program teknologi membuat sepeda listrik.

Ke depan, Khofifah meminta agar produk sepeda listrik yang dibuat oleh siswa SMK di Jawa Timur bisa mendapatkan akses ke perusahaan agar bisa diproduksi secara masif.

Selain dari sektor penjualan, Khofifah juga ingin ada pelatihan dan peningkatan kapasitas pada siswa dari perusahaan dengan model teaching factory.

"Pola yang inginkan adalah teaching factory. Harapannya bisa lebih banyak sekolah yang mendapatkan program ini. Pendidikan vokasi untuk SMA/SMK setelah kelas 9 di Tianjin sudah free. Kita akan ambil dalam posisi teaching factory untuk bisa diterapkan di Jawa Timur," kata Khofifah.

Dalam audiensi dengan Khofifah turut hadir pula Li Shaohong, yang merupakan Vice Chairman of Tianjing Committee of Chinese People's Political Consultative Conference (CPPCC) Tianjin. Serta sejumlah rombongan ahli teknologi dan pendidikan.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved