Berita Pamekasan

212.321 Jiwa di 325 Dusun Dilanda Kekeringan, Ini yang Dilakukan BPBD Pamekasan

BPBD Pamekasan mendistribusikan sebanyak 1.848 tangki bantuan air bersih ke desa-desa yang dilanda kekeringan

212.321 Jiwa di 325 Dusun Dilanda Kekeringan, Ini yang Dilakukan BPBD Pamekasan
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Tim Reaksi Cepat Tanggap BPBD Pamekasan saat melakukan pendistribusian air bersih ke sejumlah Dusun yang mengalami kekeringan 

SURYA.co.id | PAMEKASAN - BPBD Pamekasan mendistribusikan sebanyak 1.848 tangki bantuan air bersih ke desa-desa yang dilanda kekeringan, Kamis (26/9/2019). Bantuan sebanyak itu dikirim ke 325 dusun di 80 desa yang tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Pamekasan.

Supervisor Pusdal Ops BPDB Pamekasan, Budi Cahyono, mengatakan kekurangan air bersih di 325 dusun yang tersebar di wilayah Pamekasan berdampak pada 212.321 jiwa yang terdiri dari 71.032 kepala keluarga. Pengiriman air bersih itu kata Budi Cahyono dilakukan dari pagi hari hingga malam hari.

"Desa-desa yang dilanda kekeringan ini bukan hanya di sekitar Kota Pamekasan saja, akan tetapi banyak di antaranya di pelosok desa, seperti di wilayah utara Pamekasan," kata Budi kepada TribunMadura.com (grup surya.co.id).

Budi menuturkan dalam pendistribusian ari bersih, BPBD Pemkab Pamekasan juga melibatkan kelompok relawan, seperti Forum Relawan Penanggulangan Bencana Daerah (FRPB), kelompok sosial peduli lingkungan dan organisasi kemasyarakatan lainnya.

"Lembaga pendidikan, dan pondok pesantren, serta tempat-tempat ibadah yang digunakan untuk kepentingan masyarakat umum, menjadi prioritas bantuan distribusi air bersih yang dilakukan Pemkab Pamekasan ini," ujarnya.

Sementara, dari sebanyak 80 desa yang kini dilanda kekeringan tersebut, BPBD Pemkab Pamekasan mencatat sebanyak 47 mengalami kering langka, sedangkan 33 desa sisanya mengalami kering kritis.

Kekeringan kritis terjadi karena pemenuhan air di dusun mencapai 10 liter lebih per orang per hari.

Jarak yang ditempuh masyarakat untuk mendapatkan ketersediaan air bersih sejauh 3 kilometer bahkan lebih.

Sementara yang dimaksud dengan kering langka, kebutuhan air di dusun itu di bawah 10 liter saja per orang, per hari.

"Jarak tempuh dari rumah warga ke sumber mata air terdekat, sekitar 0,5 kilometer hingga 3 kilometer," ungkapnya.

Budi menjelaskan saat ini Pemkab Pamekasan juga berupaya melakukan penanganan kasus kekeringan ini secara terintegratif, dengan melibatkan instansi dinas terkait di lingkungan Pemkab Pamekasan.

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved