Menjajal Grab Bajay, Kolaborasi antara Grab dan Kementerian Pariwisata untuk Layanan Hyperlocal

Pada hari kedua dalam acara "Grab for Good", Rabu (25/9/2019), Grab mengajak pesertanya untuk menjajal Grab Bajay.

Menjajal Grab Bajay, Kolaborasi antara Grab dan Kementerian Pariwisata untuk Layanan Hyperlocal
SURYA.co.id/Putra Dewangga Candra Seta
Menjajal Grab Bajay, Kolaborasi antara Grab dan Kementerian Pariwisata untuk Layanan Hyperlocal. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Pada hari kedua dalam acara "Grab for Good", Rabu (25/9/2019), Grab mengajak pesertanya untuk menjajal Grab Bajay.

Grab Bajay merupakan bagian dari kolaborasi antara Grab dengan Kementerian Pariwisata untuk menawarkan layanan transportasi hyperlocal.

Bajay dipilih untuk berintegrasi dengan Grab karena marupakan transportasi roda tiga yang unik dan ikonik

Melalui integrasi dengan Grab, pengemudi bajay dapat meningkatkan pendapatan mereka sekaligus melestarikan tradisi kendaraan roda tiga

Namun, kekurangan dari Grab Bajay adalah karena rutenya yang cukup terbatas

"Peminatnya lumayan banyak, tapi sayang rutenya terbatas" kata salah satu sopir Grab Bajay bernama Sumadi kepada SURYA.co.id.

Karena masih baru diluncurkan, Grab Bajay hanya banyak tersedia di Jakarta Pusat saja.

Ditanya soal kendala, pria yang telah 10 tahun menjadi sopir bajay itu mengaku hanya bermasalah di bahan bakar.

Menurut Sumadi, bahan bakar bajay nya kini menggunakan gas, sehingga stok bahan bakarnya sering kehabisan.

"Kendala di bahan bakar, karena kan sudah bahan bakar gas. 

Memang lebih murah tapi sering stok habis" kata Sumadi

Sekadar informasi, semua pengemudi Grab Bajay telah lulus uji KIR dan memiliki surat izin beroperasi resmi

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved