KABAR Satu Mahasiswa Demonstrasi Kena Peluru, Dokter RS Pusat Pertamina Beri Penjelasan Beda

Kabar adanya mahasiswa demonstrasi tolak RKUHP dan revisi UU KPK terkena peluru. Berikut penjelasan pihak RS Pusat Pertamina yang merawat 90 mahasiswa

KOMPAS.com/CHRISTOFORUS RISTIANTO
(Foto Kiri) Mahasiswa Universitas Pertamina, Naufal Nabil Siregar, kala mendatangi rumah sakit pusat pertamina (RSPP), Jakarta, Rabu (25/9), untuk menjalani perawatan lanjutan. (Foto Kanan) Kepala Bidang Humas Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Agus W Susetyo (kiri) dalam konferensi pers di RSPP, Jakarta Selatan, Rabu (25/9/2019). 

Kabar adanya mahasiswa demonstrasi

Tolak RKUHP dan revisi UU KPK terkena peluru

Berikut penjelasan pihak RS Pusat Pertamina

Yang merawat 90 mahasiswa luka-luka saat demonstrasi

------------------------------------------

SURYA.co.id | JAKARTA - Sebanyak 90 mahasiswa yang mengalami luka-luka saat demonstrasi di depan gedung DPR RI dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina ( RS Pusat Pertamina).

Sebelumnya, ada kanar pula, bahwa seorang mahasiswa yang ikut demo dari Universitas Pertamina atas nama Naufal Nabil Siregar terkena peluru karet.

Setelah kabar itu beredar luar, pihak RS Pusat Pertamina pun memberikan penjelasan kepada publik mengenai kondisi sebenarnya.

Kepala Bidang Humas RS Pusat Pertamina Agus W Susetyo menyatakan, dari 90 mahasiswa terluka yang ditangani RSPP, tidak ada yang terkena peluru karet.

"Yang jelas dari tadi malam enggak ada bukti peluru karet atau peluru apa pun di dalam tubuh organik pasien," ujar Agus kepada Kompas.com (jaringan SURYA.co.id), Rabu (25/9/2019).

Halaman
123
Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved