Berita Surabaya

HISKI Komisariat Surabaya & FIB Unair Gelar Seminar Sastra, Budaya, Politik & Kebangsaaan, Tujuannya

HISKI Komisariat Surabaya dan FIB Universitas Airlangga mengadakan seminar nasional bertemakan 'Sastra, Budaya, Politik dan Kebangsaaan'

HISKI Komisariat Surabaya & FIB Unair Gelar Seminar Sastra, Budaya, Politik & Kebangsaaan, Tujuannya
Anna Wahidatul Wardah
Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Surabaya bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga menggelar seminar nasional bertemakan 'Sastra, Budaya, Politik dan Kebangsaan' di Auditorium Siti Parwati, FIB Universitas Airlangga, selama dua hari pada Selasa dan Rabu, 24-25 September 2019. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Surabaya bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga mengadakan seminar nasional bertemakan 'Sastra, Budaya, Politik dan Kebangsaan'. Acara ini diselenggarakan di Auditorium Siti Parwati, FIB Universitas Airlangga selama dua hari pada Selasa dan Rabu, 24-25 September 2019.

Seminar nasional ini merupakan kegiatan tahunan HISKI Komisariat Surabaya dengan tujuan sebagai wadah untuk berbagi ilmu, berdiskusi serta membangun jejaring di kalangan akademisi, peneliti, dan pemerhati sastra dan budaya di Indonesia.

Seminar ini menghadirkan empat narasumber, yakni Mochtar Pabotinggi Penulis sekaligus Peneliti LIPI Jakarta, Putera Manuaba Guru Besar FIB Universitas Airlangga, Eko Armada Riyanto Rektor STFT Widya Sasana Malang sekaligus Dosen FISIP Universitas Airlangga, serta Diah Ariani Arimbi Dekan FIB Universitas Airlangga.

Selanjutnya, seminar nasional dilanjutkan dengan menggelar kuliah umum bertemakan 'Transformasi Budaya Panji di Era Milenial' yang bekerja sama pula dengan Dinas Kebudayaan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Rabu (25/9/2019).

Joko Susanto dari FISIP Unair, Trisna Kumala dari FIB Unair, dan Setya Yuwana Sudikan guru besar Universitas Negeri Surabaya berbicara tentang budaya Panji.

"Transformasi cerita Panji memiliki varian sangat banyak. Menarik jika dipetakan cerita Panji mulai dari Jawa hingga Thailand. Kita sebenarnya kaya jika berbicara tentang Panji," kata Setya Yuwana, Rabu (25/9/2019).

Kekayaan budaya itu yang seharusnya digali dan dipelajari.

Ada banyak nilai positif dalam cerita Panji.

Kekayaan budaya itu juga yang diangkat para peserta seminar.

Seminar diikuti 30 pemakalah dari berbagai lingkup akademisi, seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Universitas Kristen Petra, Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Airlangga, Universitas Sebelas Maret, Balai Bahasa Kalimantan Selatan, Universitas Jember, Vrije Universiteit Amsterdam, IKIP Widya Darma, serta UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Halaman
12
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved