Antisipasi Kenaikan Harga di Akhir Tahun, Bulog Gelar Operasi Pasar Lebih Awal di 43 Titik

OP KPSH oleh Perum Bulog Divre Jatim ini merupakan kelanjutan dari program yang diperintahkan Perum Bulog pusat kepada seluruh Divre

Antisipasi Kenaikan Harga di Akhir Tahun, Bulog Gelar Operasi Pasar Lebih Awal di 43 Titik
surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari
Kepala Perum Bulog Divre Jatim Muhammad Hasyim (pegang bendera start) didampingi Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jatim, Tri Bagus Sasmito, saat melepas truk yang mengangkut OP program KPSH di halaman kantor Perum Bulog Divre Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Rabu (25/9/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Perum Bulog Divre Jawa Timur bersama Satgas Pangan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim memulai Operasi Pasar (OP) program Ketersediaan Pasokan dan Stabilitlsasi Harga (KPSH), terutama untuk beras medium.

Kegiatan digelar di 43 pasar di seluruh Jatim atau 13 pasar di wilayah Kota Surabaya, Gresik dan Sidoarjo.
Muhammad Hasyim, Kepala Perum Bulog Divre Jatim, mengatakan bila kegiatan ini merupakan upaya pemerintah untuk menjaga pasokan beras medium di musim kemarau panjang, sekaligus menjaga untuk tidak akan kenaikan harga yang terlalu tinggi.

"Seperti yang diketahui bersama, saat ini musim kemarau, yang berimbas pada penurunan panen beras. Hal ini bisa memicu kelangkaan beras dan kenaikan harga karena stok yang berkurang, sementara permintaan berpotensi naik," jelas Hasyim, usai melepas 13 truk berisi sebagian besar beras medium, minyak goreng dan gula, Rabu (25/9/2019) di halaman kantor Perum Bulog Divre Jatim, Jalan A Yani, Surabaya.

OP KPSH oleh Perum Bulog Divre Jatim ini merupakan kelanjutan dari program yang diperintahkan Perum Bulog pusat kepada seluruh Divre dan cabang Bulog di seluruh Indonesia. Hal ini dilakukan setelah melihat catatan adanya kenaikan harga beras, terutama medium yang mulai merangkak naik sejak awal September 2019.

"Surat dari pusat memang menunjukkan mulai adanya kenaikan harga beras. Tapi di wilayah Jatim masih stabil, namun memang saat ini sedang musim kemarau yang berpotensi tidak ada panen," lanjut Hasyim.

Meski panen berkurang, stok beras di Bulog Jatim masih sangat banyak. Mencapai lebih dari 590.000 ton. Jumlah itu bisa mencukupi kebutuhan masyarakat hingga pertengahan tahun 2020.

Sementara itu, khusus untuk OP KPSH, yang dimulai hari ini, Bulog Divre Jatim menyiapkan 250.000 ton beras medium. Namun sebagai tahap awal, akan disalurkan sebanyak 49.000 ton.

"OP kan digelar terus menerus tiap hari sampai harga stabil, terutama jelang libur Natal dan tahun baru yang bersamaan dengan libur sekolah," tambah Hasyim. Beras medium, untuk harga konsumen (enduser) saat ini mencapai Rp 8500 per kilogram. Sedangkan untuk pedagang di harga Rp 8.300 per kg. Dan dari gudang Bulog mencapai Rp 8.100 per kg.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jatim, Tri Bagus Sasmito, menambahkan, sejauh ini komoditas bahan pokok, harganya masih relatif stabil.

“Pantauan di 119 pasar di Jatim, harga sembako masih belum ada kenaikan. Terutama beras, minyak goreng, terigu dan gula,” ungkap Bagus.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved