Berita Trenggalek

42 Desa di Kabupaten Trenggalek Alami Kekeringan, BMKG: Puncak Musim Kemarau Hingga September

BMKG Karangploso melaporkan, puncak musim kemarau jatuh pada Agustus hingga September

42 Desa di Kabupaten Trenggalek Alami Kekeringan, BMKG: Puncak Musim Kemarau Hingga September
SURYAOnline/Aflahul Abidin
Mobil tangki mengisi air di tempat penampungan sementara di Desa Karangsoko, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek, Selasa (24/9/2019) kemarin. 

SURYA.co.id | TRENGGALEK - Sebanyak 42 desa di 13 kecamatan di Kabupaten Trenggalek dilaporkan mengalami kekeringan pada puncak kemarau tahun ini.

Dari total 14 kecamatan yang ada di Trenggalek, hanya desa-desa di Kecamatan Gandusari yang tak mengalami Kekeringan.

"Prediksinya puncak kemarau bulan ini. Mudah-mudahan pertengahan bulan depan sudah mulai hujan," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, Tri Puspitasari, Rabu (25/9/2019).

Selama musim kekeringan, BPBD Kabupaten Trenggalek dan berbagai pihak lain sudah mendistribusikan air bersih ke daerah-daerah kekeringan.

Prosedurnya, daerah tersebut mengajukan permohonan pengiriman air bersih. Setelah itu secara periodik, air didistribusikan secara bergantian.

Wanita yang akrab disapa Pipit itu melanjutkan, kondisi kekeringan di tahun ini sama dengan kondisi kekeringan di tahun lalu. Jumlah desa dan kecamatan yang mengalami Kekeringan juga kurang-lebih sama.

Dari sekian banyak kecamatan, Panggul dan Tugu menjadi daerah yang desanya paling banyak mengalami kekeringan.

Enam desa di masing-masing kecamatan itu sudah meminta bantuan air sejak awal musim kekeringan tiba.

"Anggaran masih cukup. Per 1 Oktober nanti kami berencana mengajukan peggunaan Biaya Tidak Terduga (BTT) kabupaten," ungkap dia.

Di tingkat pemerintah provinsi, terdapat dana regular yang notabene bisa menjadi lokasi pengajuan bantuan untuk mengatasi masalah kekeringan.

"Tapi intinya kami belum ambil soalnya pendanaan dari pemkab masih kuat. Masih menggunakan dana yang kami kelola karena masih ada," ujar Pipit.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangploso melaporkan, puncak musim kemarau jatuh pada Agustus hingga September.

"Awal musim hujan untuk Jatim sebagian besar November," kata Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Karangploso, Aminudin Al Roniri, saat dihubungi, Rabu (25/9/2019).

Berdasarkan peta awal prakiraan musim hujan 2019/2020, Kabupaten Trenggalek akan mengalami musim hujan pada awal dan pertengahan bulan depan.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved