Citizen Reporter

Sinopsis Film Hayya, Kisah Pilu Anak-anak Palestina

Sutradara Jastis Arimba berhasil membawa penonton ke dalam sebuah medan konflik yang cukup rumit. Dia tidak hanya menggambarkan suasana peperangan di

Sinopsis Film Hayya, Kisah Pilu Anak-anak Palestina
ist/citizen reporter
Film Hayya 

SURYA.co.id - Rahmat harus berurusan dengan kepolisian karena dituduh melakukan perdagangan manusia (human trafficking) terhadap seorang gadis kecil dari Palestina bernama Hayya.

Padahal tiga hari lagi jurnalis dari sebuah media ternama itu harus menjalankan akad nikah dengan Yasna, tunangannya. Di sinilah konflik mulai memuncak, terutama antara Rahmat, Adhin (temannya), Yasna, dan ayahnya.

Peristiwa itu dicuplik dari film The Power of Love 2: Hayya dalam Special Screening di studio 1 Epicentrum XXI, Jakarta, Minggu (15/9/2019).

Acara itu dihadiri sastrawan Taufik Ismail, Gamal Albinsaid, Ketua Komisi Dakwah MUI KH Cholil Nafis, penulis dan produser Helvy Tiana Rosa, Asma Nadia, kru, dan sejumlah artis film, serta lebih dari 400 undangan penonton.

Sutradara Jastis Arimba berhasil membawa penonton ke dalam sebuah medan konflik yang cukup rumit.

Dia tidak hanya menggambarkan suasana peperangan di Palestina, tetapi juga sisi lain kondisi psikologis anak-anak Palestina yang ditinggal mati ayah dan ibunya.

Kendati demikian, Jastis menyadari bahwa film adalah sebuah media hiburan bagi masyarakat. Karena itu, dalam film berdurasi 101 menit itu penonton tidak hanya dibawa ke dalam suasana sedih dan mengharu biru, tetapi juga dikocok perutnya melalui adegan-adegan komedi, terutama oleh tokoh Ria Ricis yang berperan sebagai babysitter.

“Sebentar sedih, beberapa detik kemudian menangis, lalu tertawa dengan aksi konyol Ria Ricis,” kata Asma Nadia, penulis novel Surga Yang Tak Dirindukan, salah satu produser yang juga berperan sebagai tokoh Bi Nurul dalam film Hayya.

Menurut Jastis, hal yang membedakan dari film lainnya, film Hayya mengutamakan pesan kemanusiaan, khususnya tentang penderitaan anak-anak Palestina sebagai korban perang. Karena itu film Hayya adalah salah satu film alternatif dari sekian banyak film yang tayang di bioskop.

“Di film Hayya, saya punya energi berlebih karena di sini yang diangkat adalah humanity,” kata Adhin Abdul Hakim yang memerankan tokoh Adhin, teman Rahmat (Fauzi Baadilah).

Menurut artis berambut gondrong itu, dengan energi berlebih, dia bisa menyampaikan pesan yang ada di film ini dengan optimal. Lebih dari itu,apa yang dia lakukan semata agar bisa lebih bermanfaat dan memberikan perhatian kepada banyak orang yang tidak beruntung.

Selain Ria Ricis, Asma Nadia, Fauzi Baadilah, dan Adhin Abdul Hakim, sekuel dari film The Power of Love 212 itu juga dibintangi artis cilik pemeran utama Amna Hasanah (Hayya), Meyda Safira (Yasna), Hamas Syahid, dan Humaidi Abbas.

Muhammad Bahruddin
Dosen Media dan Komunikasi
Prodi Desain Komunikasi Visual
Universitas Dinamika
muh.bahruddin@yahoo.com

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved