Sambang Kampung
Warga Sekitar Kali Surabayan Manfaatkan Ubah Limbah Organik Jadi Pupuk
Kalau lagi kerja bakti, sisa-sisa dari pohon kalau dibuang pakai arit kan kelamaan. Dicacah pakai mesin ini, lalu dijadikan bahan pupuk," tuturnya
Penulis: Delya Octovie | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id, SURABAYA - Sejak tahun 2008, warga kampung Surabayan, Kecamatan Tegalsari, Kelurahan Kedungdoro, Surabaya, telah memanfaatkan mesin pencacah tanaman untuk menghancurkan daun, ranting, hingga dahan pohon.
Biasanya, sisa-sisa tanaman ini dikumpulkan warga saat kerja bakti, lalu dimasukkan ke mesin pencacah yang mereka dapat dari Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya.
"Kalau lagi kerja bakti, sisa-sisa dari pohon kalau dibuang pakai arit kan kelamaan. Dicacah pakai mesin ini, lalu dijadikan bahan pupuk," tutur Marhendro Cahyono, Pengurus RW 02 Surabayan, Senin (23/9/2019).
Pemanfaatan kembali cacahan tanaman ini pun dimanfaatkan dengan baik oleh warga.
Mereka menggunakannya untuk menghijaukan kampung.
Teddy Amisukartejo, Wakil Ketua RT 04 RW 02 Surabayan mengatakan, pupuk dari cacahan tanaman tersebut memiliki andil besar untuk menjadikan Surabayan kampung yang asri.
"Sekarang kami jadi punya banyak sekali tanaman, mulai dari kamboja, bugenvil, sepatu, TOGA, sampai binahong," kata Teddy.
Agar kampung semakin sedap dipandang, warga berencana untuk menggalakkan urban farming dan hidroponik.
Namun, kendala terbesar mereka adalah banyaknya tikus di wilayah kampung, sehingga banyak tanaman yang habis dimakan hewan pengerat tersebut.
"Dulu sebenarnya sudah pernah hidroponik, tapi habis dimakan tikus," ujarnya.
Selain penghijauan, keamanan kampung juga akan ditingkatkan.
Warga berencana pada hari Rabu, (25/9/2019) bakal memasang CCTV di tiga titik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/mesin-pencacah-limbah-tanaman.jpg)