Liputan Khusus

Pakar: Asuransi Bersifat Gotong Royong, Bayar Iuran BPJS Niatnya untuk Membantu Orang Lain

Kita tidak bisa melihat persoalan tunggakan pembayaran BPJS Kesehatan ke rumah sakit hanya dari satu sisi, karena BPJS adalah penyelenggara asuransi

Pakar: Asuransi Bersifat Gotong Royong, Bayar Iuran BPJS Niatnya untuk Membantu Orang Lain
Istimewa
Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair, Dr. Djazuly Chalidyanto, SKM, MARS. 

Dr. Djazuly Chalidyanto, SKM, MARS
Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair

SURYA.co.id | SURABAYA -
Kita tidak bisa melihat persoalan tunggakan pembayaran BPJS Kesehatan ke rumah sakit hanya dari satu sisi, karena BPJS adalah penyelenggara asuransi. Ada empat komponen penyelanggaraan asuransi, yakni BPJS, masyarakat, fasilitas kesehatan (rumah sakit, puskesmas, dan klinik), pemerintah daerah dan pusat.

Jadi bila ditelisik, kalau terjadi tunggakan pembayaran, kita tidak bisa menyimpulkan ada masalah di BPJS. Bisa jadi, masalah tersebut timbul karena ulah masyarakat.

Contohnya, masih banyak masyarakat yang menunggak bayar iuran BPJS. Terutama masyarakat yang non Penerima Bantuan Iuran (non-PBI) dan Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU).

Ribuan Penunggak Iuran Premi BPJS Kesehatan di Surabaya

Berbagai Alasan Masyarakat Menunggak Iuran BPJS Kesehatan: BPJS Tidak Bisa Diklaim atau Ditarik

Kalau kelompok peserta PBI bisa dipastikan tak ada tunggakan pembayaran di BPJS. Sebab, pemerintah daerah maupun pusat secara rutin melakukan pembayaran iuran (PBI) ke BPJS.

Kalau saja masyarakat rutin membayar iuran, relatif tidak ada problem penunggakan pembayaran BPJS ke rumah sakit. Tapi, bukan berarti tidak ada masalah sama sekali.

Masalah akan tetap muncul, karena faktor biaya iuran yang rendah. Biaya yang dikeluarkan BPJS untuk peserta yang begitu besar tentu tak bisa ditutup dengan iuran yang rendah.

Tetapi jika masyarakat rutin membayar iuran, paling tidak BPJS tak terlalu lama menunda pembayaran tunggakan ke rumah sakit. Biasanya BPJS membayar tunggakan ke rumah sakit 2-3 bulan berselang.

Pola pikir masyarakat soal untung rugi berasuransi harus diubah. Sebab asuransi bersifat gotong-royong. Bukan merasa dirugikan karena selalu membayar iuran tapi tak pernah menggunakan layanan BPJS.

Tetapi mereka membayar iuran itu niatnya untuk membantu orang lain. Yang saya takutkan saat iuran naik, masyarakat lebih memilih untuk tak membayarnya.

Untuk mengatasi tunggakan pembayaran BPJS, ada beberapa alternatif yang bisa dilakukan pihak rumah sakit. Salah satunya efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas. Seperti halnya, menekan penggunaan air dan listrik.

Halaman
123
Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved