Breaking News:

Berita Sidoarjo

Lingkungan Pesantren Didorong Tumbuhkan Wirausaha Baru

"Pesantren berperan sebagai Agent of Development yang sangat penting dalam pengembangan sumber daya manusia di wilayah pedesaan sampai kota,"kata Gati

Penulis: M Taufik | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/m taufik
Gati Wibawaningsih, Dirjen Industri Kecil, Menengah, dan Aneka, Kementrian Perindustrian saat menyerahkan bantuan peralatan perbengkelan kepada pengurus yayasan Pondok Pesantren Al Mujahidi Jember di Sidoarjo, Senin (23/9/2019). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Pondok pesantren memiliki potensi yang strategis untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional. Di antaranya melalui penumbuhan wirausaha industri baru di lingkungan pesantren.

Demikian kata Gati Wibawaningsih, Dirjen Industri Kecil, Menengah, dan Aneka, Kementerian Perindustrian di sela acara Bimbingan teknis dan fasilitasi mesin/peralatan perbengkelan roda dua yang digelar di Sidoarjo, Senin (23/9/2019).

Secara keseluruhan, ada 28.961 pondok pesantren di Indonesia dengan jumlah santri mencapai lebih dari 4 juta orang.

"Pesantren memiliki peran sebagai Agent of Development yang sangat penting dalam pengembangan sumber daya manusia di wilayah pedesaan sampai kota," kata Gati.

Karenanya, sejak tahun 2013 lalu Kementerian Perindustrian terus mendorong pesantren agar menumbuhkan wirausaha industri baru. Salah satunya melalui program santripreneur.

Hingga sekarang sudah ada 37 pesantren yang tersentuh program itu. Dan sampai akhir tahun ini, diprediksi bertambah sampai 42 pesantren.

"Setiap program anggarannya sekitar Rp 400 juta. Itu untuk alat atau mesin, pembinaan, dan sebagainya," urai dia.

Di Jawa Timur, sejumlah pesantren sudah menikmati program ini. Termasuk Mojokerto, Jember, Lamongan, Kediri, Probolinggo, dan beberapa wilayah lain.

Jenisnya beragam, tergantung kemampuan dan keinginan pesantren. Ada berupa bantuan alat dan pembinaan untuk bengkel motor, garmen, makanan, dan sebagainya.

"Hasilnya juga cukup bagus. Sudah ada sekitar 1.000 wirausaha baru dari sekitar 7.000 santri yang ikut dalam program pembinaan ini," imbuh dia.

Dari program ini, harapannya santri bisa benar-benar mandiri saat kembali ke kampung halamannya. Menjadi wirausaha industri atau berkreasi memanfaatkan kecanggihan IT.

Kabid Industri Non Agro Dinas Perindustrian Jawa Timur Bagas Yulistyati yang juga hadir di acara tersebut menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan program Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Yakni program One Pesantren One Produk. "Di Jawa Timur ada 6.000 lebih pesantren. Dan selama ini, Pemprov juga terus berusaha mendorong santri-santri pesantren untuk berwirausaha melalui program itu," kata dia.

Tentang kondisi perekonomian di Jawa Timur sendirian, disampaikannya pada semester satu tahun ini meningkat sampai 5,64 persen, lebih tinggi dibanding nasional sebesar 5,06 persen. Penyumbang terbesarnya ada di sektor industri pengolahan sebesar 29,6 persen dan perdagangan besar-kecil mencapai 18,6 persen.

"Melalui program-program untuk pesantren, diharapkan juga bisa terus meningkatkan perekonomian di Jawa Timur," tukasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved