Berita Trenggalek

Dua Program Ini yang Dicanangkan Pemkab Trenggalek untuk Atasi Stunting

Terdapat 10 desa di Trenggalek yang dijadikan lokus stunting. Desa-desa itu sekaligus menjadi prioritas utama intervensi penanganan stunting.

surabaya.tribunnews.com/aflahul abidin
Program Emo Demo yang digalakkan pemkab Trenggalek untuk mengatasi stunting. 

SURYA.co.id | TRENGGALEK – Kabupaten Trenggalek menggalakkan dua program untuk mengatasi masalah stunting. Dua program itu, yakni strategi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan Emotional Demontration (Emo Demo).

Strategi 1.000 HPK digalakkan dengan cara pemberian perhatian secara maksimal mulai seorang ibu hamil hingga usia balita 2 tahun.

“Jadi dalam kehamilan ini, betul-betul mendapatkan perawatan yang benar, mendapat suplai gizi yang cukup. Apabila ditemukan masalah kesehatan, akan bisa menghindarkan lahirnya bayi-bayi kecil yang berpotensi stunting,” kata Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Trenggalek, Sulastri.

Fase 1.000 HPK, kata dia, merupakan momen terpenting untuk mencegah terjadinya stunting sejak dini dalam masa kehamilan.

Sementara Emo Demo, lanjut dia, adalah teknik yang dipakai para trainer kesehatan dalam memberi pemahaman dasar yang melibatkan emosional sasaran dan dipraktekkan melalui demonstarasi. Teknik itu biasanya disampaikan ke Posyandu, Pendidikan Anak Usia Dini, dan Bina Keluarga Balita.

Di Trenggalek, Pemkab bersama Global Alliance For Improved Nutrition (GAIN) dan Kementerian Kesehatan mengadakan pelatihan Master of Trainer (MOT) Emo Demo.

Distric Coordinator GAIN Trenggalek Suhardi mengatakan, sebanyak 15 MOT di Trenggalek telah dilatih. Nantinya mereka akan akan menyebarkan pengetahuan tentang EMO DEMO ke tingkat Puskesmas melalui Training of Trainer (TOT).

Jumlah TOT di Trenggalek sejumlah 177. Mereka yang bertugas melatih kader Posyandu di puskesmas. Hingga kini, sudah ada 780 kader Posyandu yang dilatih oleh TOT di lokasi intervensi penanganan stunting.

“Harapanya untuk dari sisi replikasi ke depan, Emo Demo tetap dilaksanakan oleh Pemkab Trenggalek melalui Dinas Kesehatan,” kata Suhardi.

Sekadar diketahui, Trenggalek ditetapkan menjadi salah satu lokus stunting di Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Untuk mengatasinya, pemkab bergerak dengan berbagai cara, yakni konvergensi yang melibatkan beberapa organiasai perangkat daerah untuk bersama-sama menekan angka stunting di Trenggalek.

Terdapat 10 desa di Trenggalek yang dijadikan lokus stunting. Desa-desa itu sekaligus menjadi prioritas utama intervensi penanganan stunting

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved