Berita Lamongan

Krisis Air Bersih di Lamongan Parah, BPBD Suplai 400 Unit Tangki Air Bersih

"Tim menyiapkan bantuan droping air bersih, 1 x 24 jam," kata Kepala BPBD Lamongan, Yuhronur Efendi

Krisis Air Bersih di Lamongan Parah, BPBD Suplai 400 Unit Tangki Air Bersih
surabaya.tribunnews.com/hanif manshuri
Pembagian air bersih kepada warga Lamongan yang terdampak kekeringan. 

SURYA.co.id l LAMONGAN - Krisis air bersih di sejumlah wilayah di kabupaten Lamongan kian parah. 

Sebanyak 16 kecamatan masuk wilayah krisis air bersih. Bantuan air bersih dari berbagai lembaga belum menjawab keresahan warga terdampak kekeringan.

Mereka berada di wilayah rawan kekeringan dan jika musim kemarau hanya mengandalkan air yang ada di embung - embung. Sementara sejumlah embung yang ada, saat ini sudah kering kerontang.

BPBD dan sejumlah lembaga sudah mulai memasok air bersih ke beberapa desa sesuai permohonan yang diajukan, namun masih belum meluas ke desa - desa yang mengalami krisis air bersih.

Permintaan suplai air bersih dari sejumlah desa atau kecamatan yang masuk dearah rawan kekeringan itu terus mengalir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tetap melakukan survey lapangan, utamanya di titik embung - embung yang ada di wilayah kekeringan itu.

Dari perkiraan BPBD, air yang ada di sejumlah embung itu tidak bertahan lama, lantaran selama musim penghujan tidak terisi penuh.

"Tim menyiapkan bantuan droping air bersih, 1 x 24 jam," kata Kepala BPBD Lamongan, Yuhronur Efendi yang juga Sekkab Lamongan kepada Surya.co.id, Minggub (22/9/2019).

Yuhronur menambahkan, ada sebanyak 79 desa yang tersebar di 16 kecamatan.

Diantaranya, Kecamatan Lamongan, Tikung, Sugio, Mantup, Kembangbahu, Sukodadi, Sarirejo, Modo, Bluluk, Sukorame, Kedungpring, Sambeng, Glagah, Babat, Brondong dan Karangbinangun.

"Itu yang sudah kami inventarisir berpotensi kekeringan pada setiap musim kemarau," kata Yuhronur.

Pihaknya sudah menghimbau pada para kades agar tanggap mengajukan permintaan pengiriman air bersih jika memang sudah dibutuhkan.

BPBD siaga 24 nonstop dengan 5 unit armada tangki untuk menyuplai air jika ada permintaan dari warga melalui kades dan camat.

Sampai hari ini, sudah sebanyak 400 unit tangki air bersih yang disuplai ke puluhan desa, terhitung sejak Juli hingga September 2019.

Air yang dikirim ke warga adalah air bersih, dan pemohon tanpa dibebani biaya sepeserpun, alias geratis.
Jadi, katanya, 79 desa kategori rawan kekeringan tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved