Berita Pasuruan

Gabungan Pengusaha Rokok Pasuruan Tolak Kenaikan Cukai Rokok 23 Persen, 'Bukan Untung Malah Buntung'

Kebijakan Menteri Keuangan yang berencana menaikkan harga cukai rokok sebesar 23 persen, menuai banyak protes pengusaha rokok, termasuk di Pasuruan

Gabungan Pengusaha Rokok Pasuruan Tolak Kenaikan Cukai Rokok 23 Persen, 'Bukan Untung Malah Buntung'
Surya/ Samsul Hadi
Ilustrasi - Karyawan PT Karya Niaga Bersama (pabrik rokok Grendel), sedang melinting rokok di pabrik tersebut. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Kebijakan Menteri Keuangan yang berencana untuk menaikkan harga cukai rokok sebesar 23 persen, menuai banyak protes dari sejumlah pengusaha rokok di berbagai daerah, termasuk Pasuruan. Aturan ini dirasa sangat memberatkan bagi sejumlah pengusaha rokok di Pasuruan.

"Sangat memberatkan sekali, karena bisnis rokok sekarang tidak seramai seperti dulu," kata Musimin Ngalim, Ketua Gabungan Pengusaha Rokok (Gapero) Pasuruan, Minggu (22/9/2019).

Ngalim menjelaskan, kebijakan menaikkan harga cukai rokok sebesar 23 persen ini menjadi ancaman tersendiri bagi para pengusaha rokok. Ngalim menyebut pengusaha rokok juga sudah pesimistis akan bisa bertahan di tahun depan.

"Banyak juga yang sudah pasrah dan akan gulung tikar," sambungnya.

Ia menjelaskan, usaha rokok sekarang, tidak seramai di era awal 2000-an.

Sekarang, dunia usaha rokok sudah tidak menjanjikan seperti dulu, apalagi sekarang pemasaran dan biaya produksi yang sudah sangat tinggi.

"Jika ditambahi dengan kenaikan harga cukai rokok, kami bisa tambah buntung tidak dapat untung. Kami dari gabungan pengusaha , berharap pemerintah mempertimbangkan ulang kebijakan ini," jelasnya.

Ia memahami target pendapatan cukai yang ditanggung negara tidak sesuai dengan targetnya.

Tapi, kalau kenaikannya sebesar itu tidak masuk akal.

"Dilihat dari prespektif manapun, tidak rasional," ujarnya.

Sebab, kata dia, selama ini, kenaikan cukai berkisar 8 sampai 10 persen.

Semisal tahun depan ada kenaikan 23 persen, maka ini menjadi sejarah panjang kenaikan harga cukai di kalangan pelaku usaha rokok.

"Harusnya pemerintah sadar bahwa dari sektor ini saja kontribusi rokok pada penerimaan cukai negara mencapai 100 triliun lebih. Tapi, kenapa harus dihabisi dengan menaikkan harga cukai yang tinggi," keluhnya.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved