Berita Tuban

BPBD Tuban Rilis Desa Terdampak Kekeringan Bertambah, Ini yang akan Dilakukan

Data terbaru BPBD Tuban menunjukkan, ada 25 desa di 10 Kecamatan yang dilanda krisis air bersih

BPBD Tuban Rilis Desa Terdampak Kekeringan Bertambah, Ini yang akan Dilakukan
istimewa
BPBD Tuban saat mendropping air bersih ke wilayah terdampak kekeringan 

SURYA.co.id | TUBAN - Kemarau panjang masih berlangsung di Kabupaten Tuban. Dampaknya, puluhan desa di sejumlah kecamatan terdampak kekeringan.

Data terbaru BPBD Tuban menunjukkan, ada 25 desa di 10 Kecamatan yang dilanda krisis air bersih. Jumlah itu bertambah dibandingkan dengan dara BPBD per tanggal (3/9/2019), yang hanya terdapat 20 desa di 8 kecamatan yang terdampak kekeringan.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Tuban, Emil Pancoro, mengatakan di awal bulan lalu ada Desa Genaharjo, Jadi, Kecamatan Semanding. Lalu ada Desa Grabagan, Ngandong, Waleran, dan Gesikan, Kecamatan Grabagan.
Kemudian Desa Dagangan, Pacing, Sembung, Kumpulrejo, Kecamatan Parengan. Ada tambahan Desa Brangkal.

Berikutnya Desa Punggulrejo, Kecamatan Rengel. Desa Gaji, Kecamatan Kerek.

Ada Desa Jatisari, Sendang, Medalem, dan Sidoharjo, Kecamatan Senori. Ada tambahan Desa Wanglukulon.

Ada lagi Desa Nguluhan dan Tanggulangin, Kecamatan Montong. Desa Jombok dan Desa Bader, Kecamatan Jatirogo, ada tambahan Desa Jatiklabang.

Terbaru yaitu Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak, dan Desa Menilo, Kecamatan Soko.

"Sekarang 25 Desa di 10 Kecamatan yang terdampak kekeringan, awal bulan 20 Desa di 8 Kecamatan. Jadi bertambah ya untuk yang terdampak kekeringan," Ujarnya kepada wartawan, Minggu (22/9/2019).

Ia menuturkan untuk mengatasi kekeringan tersebut BPBD terus melakukan dropping bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan air bagi warga terdampak.

Armada tangki air bersih dikerahkan setiap harinya di wilayah terdampak kekeringan, dari tiga unit armada yang dimiliki BPBD.

Dengan bertambahnya jumlah desa yang mengalami kekeringan tersebut, maka pihak BPBD berencana untuk memaksimalkan seluruh armada yang dimiliki untuk dropping air.

"Jika armada mobil tangki air kita kurang maka sewa menjadi opsi, karena wilayah yang terdampak semakin meluas, kita siap untuk itu," pungkasnya.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved