Berita Surabaya

BERITA SURABAYA POPULER Hari Ini, Tabrakan Mikrolet vs Mobil & Warung di Rungkut Ludes Terbakar

BERITA SURABAYA POPULER Hari Ini, Tabrakan Mikrolet vs Mobil & Warung di Rungkut Ludes Terbakar

BERITA SURABAYA POPULER Hari Ini, Tabrakan Mikrolet vs Mobil & Warung di Rungkut Ludes Terbakar
Surya.id/ist
BERITA SURABAYA POPULER Hari Ini, Tabrakan Mikrolet vs Mobil & Warung di Rungkut Ludes Terbakar 

Alhasil benturan tak dapat dihindarkan, Mobil mikrolet terpelanting hingga terbalik ke kanan jalan.

Sedangkan mobil karimun mengalami ringsek pada bodi bagian belakang, termasuk kaca bagian belakang tampak porak-poranda.

"Mobil mikrolet menabrak Mobil Suzuki Karimun yang sedang berhenti parkir dipinggir jalan sisi kiri," ungkapnya.

Menurut analisisnya, ungkap AKP Fakih, insiden tabrakan itu disebabkan ketidakwaspadaan sopir mikrolet saat melaju di kawasan jalan tersebut.

"Kurang hati hati dan tidak konsentrasi sehingga terjadi laka," jelasnya.

"Pengemudi mobil mikrolet mengalami luka di dahi karena terkena pecahan kaca mobil," pungkasnya.

3. Kebakaran di Rungkut

Dua bangunan tempat usaha di Jalan Medokan Asri 1 D No 26, Rungkut, Kota Surabaya dilumat si jago merah, Sabtu (21/9/2019).

Dua bangunan itu digunakan sebagai gudang meubel dan Warung Kopi 'Kedai Eco 75'.

Api diketahui pertama kali melumat bangunan warkop sekitar pukul 05.00 WIB.

Warkop yang bangunan semi permanen itu menggunakan bahan-bahan yang mudah terbakar.

Dalam hitungan detik, kobaran api yang makin membesar dan ikut membakar gudang meubel yang terletak di sebelahnya.

Alhasil, kebakaran makin meluas lantaran api juga melumat bangunan dan seisi bahan meubel di dalam gudang.

Kanit Reskrim Polsek Rungkut Ipda Djoko Soesanto menuturkan, kebakaran itu melumat dua bangunan seluas sekitar 10 meter x 20 meter persegi.

Petugas PMK Surabaya melakukan proses pemadaman api di Jalan Medokan Asri 1 D No 26, Medokan Ayu, Rungkut, Surabaya, Sabtu (21/9/2019).
Petugas PMK Surabaya melakukan proses pemadaman api di Jalan Medokan Asri 1 D No 26, Medokan Ayu, Rungkut, Surabaya, Sabtu (21/9/2019). (surya.co.id/istimewa)

"Warkop dan gudang meubel itu kan tanahnya luas," katanya saat dihubungi, Sabtu (21/9/2019).

Informasi sementara yang dapat ia simpulkan terkait penyebab kebakaran, api muncul pertama kali akibat korsleting pada instalasi kabel listrik bangunan warkop.

"Dugaan, listrik korsleting pada beberapa kabel yang tertancap di situ," ungkapnya.

Ipda Djoko mengungkapkan, pihaknya masih mendalami insiden tersebut.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden itu.

Diperkirakan para korban mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut hanya kerugian materiil yang belum bisa ditafsir jumlah kerugiannya," jelasnya.

Kabid Operasional PMK Surabaya Bambang Vistadi mengungkapkan, pihaknya menerjunkan 18 mobil PMK dari setiap pos yang berdekatan dengan objek kebakaran.

"Kami tiba puk 05.03 WIB, unit Rayon III langsung melaksanakan pemadaman. Api Pokok padam jam 05.38 WIB. Pembasahan selesai dan dinyatakan kondusif pukul 06.09 WIB," pungkasnya.

4. Rumah terbakar

Sebuah rumah dua lantai di Jalan Embong Wungu No 14-15, kebakaran, Sabtu (21/9/2019).

Api melumat ruangan di lantai dua rumah yang ditinggali oleh Irwanto Lukman beserta istri dan kelima anaknya.

Menurut saksi mata Yusuf, api melumat rumah tersebut sekitar 10 menit lamanya.

Saat dirinya tiba mendatangi lokasi, ia mengaku baru melihat satu truk mobil PMK Surabaya.

"Saya kan tadi nongkrong di cafe saya kok ada asap tambah tebal saya datangi eh benar kebakaran," katanya pada TribunJatim.com (grup SURYA.co.id) di lokasi, Sabtu (21/9/2019).

Kondisi rumah Irwanto Lukman saat proses pemadaman api oleh PMK Surabaya berlangsung, Sabtu (21/9/2019).
Kondisi rumah Irwanto Lukman saat proses pemadaman api oleh PMK Surabaya berlangsung, Sabtu (21/9/2019). (Tribun Jatim/Luhur Pambudi)

Menurut Yusuf, sebelum api tampak membakar atap di lantai dua rumah tersebut, asap tebal berwarna putih menyeruak pekat.

"Apinya itu kayak bola gitu, bergumul anginnya bergumpal, sekitar 10 menit lebih," jelasnya.

Saat beberapa petugas PMK Surabaya berusaha menuju ke lantai dua menggunakan tangga, api lantas berkobar dan menjilati seluruh ruangan termasuk atap bangunan.

"Hanya sedikit orang yang ada disini tadi. Mobil 5000 ini datang pakai tangga, terus naik ke atas," ungkapnya.

Namun, yang paling tidak dilupakannya saat menyaksikan insiden kebakaran itu, Yusuf mengaku sempat mendengar dua kali ledakan hebat laiknya petasan.

"Koyok bola mercon gitu, tapi duar keras di atas situ, sama apinya, tapi pertama asap dulu, terus saat PMK naik api tambah besar, terus ada ledakan itu," tuturnya.

Di lain sisi pemilik rumah, Irwanto Lukman menuturkan, ruang di lantai dua rumhanya yang terbakar itu lazim digunakan keluarganya untuk beribadah.

"Yang terbakar plafon, lalu meja-meja, disitu juga kayak semi klenteng, perabotan kayu kayu," jelasnya pada awakmedia.

Ia menuturkan, kebakaran melumat langit-langit atap plafon lantai dua rumahnya dan beberapa perabotan peribadatan yang berbahan kayu.

Rumah seluas 500 meter persegi itu baru ditinggalinya sejak 2012.

Awal dirinya mendeteksi langsung adanya kebakaran, ungkap Lukman, saat dirinya hendak bepergian keluar rumah.

"Sebenarnya saya mau keluar ke Tuban terus sampe dibawah, dan mau buka pagar kok bau gosong ya," ungkapnya.

"Saya ngecek lagi sumbernya dari mana, krna biasanya di belakang rumah saya ada yg bakar bakar. Ternyata pas buka pintu api sudah wus wus gitu," tambahnya.

Mengetahui rumahnya dilumat si jago merah, buru-buru ia menelepon Command Centre 112.

Lukman menduga insiden itu kebakaran itu disebabkan karena korsleting listrik di instalasi kabel lantai dua rumahnya.

Untungnya tidak ada korban jiwa atas insiden itu, kendati begitu, dirinya memperkirakan total kerugian yang dialaminya sekitar Rp 500 Juta.

"Saya pastikan tadi korsleting listrik, karena 5 menit lalu saya udah cek, kondisi mati semua, lilin sudah saya matikan semua," pungkasnya.

Penulis: Arum Puspita
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved