Alim Markus Imbau Pengusaha Bangun Lombok yang Hancur Kena Gempa

Alim Markus mengatakan, warga Fuqing menganggap semua manusia adalah saudara. Kalau ada umat manusia dapat musibah, maka yang lainnya harus membantu.

Alim Markus Imbau Pengusaha Bangun Lombok yang Hancur Kena Gempa
Istimewa
Alim Markus, Ketua Perkumpulan Fuqing Internasional (kelima dari kanan) beserta jajarannya dalam peresmian madrasah Yurong di Lombok Barat, NTB. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Gedung Madrasah Yurong (persatuan) yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Hikmatusysyarief. NW, Salut Desa Selat, Lombok Barat, NTB diresmikan oleh Gubernur setempat, Zulkifliemansyah.

Ikut meresmikan gedung 3 lantai tersebut, Alim Markus, Ketua Perkumpulan Fuqing Internasional beserta jajarannya.

Selain gubernur, tampak hadir perwakilan Polda NTB, Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid, Ketua Fuqing Jatim Sudijanto Admodjo, Ketua Harian Fuqing Jatim Herman Halim beserta pengurus lainnya,
Sekjen PBNW TGH Hasanain Djuiaini, Sholah Sukarnawadi, MA serta undangan lainnya.

Gubernur Zulkifliemansyah mengatakan, terima kasih kepada Alim Markus yang sekaligus juga Presdir Maspion Group itu.

"Kedatangan Pak Alim Markus selaku Ketua Perkumpulan Fuqing internasional telah memberikan berkah kepada lingkungan pondok ini. Akibat gempa Agustus 2018 lalu, lingkungan pondok ini rata dengan tanah, termasuk gedung madrasah. Alhamdulillah dengan kedatangan Bapak Alim Markus ini, kini kita mempunyai gedung lagi. Jauh lebih baik dibandingkan gedung madrasah yang lama. Cukup banyak pengusaha yang terus membangun Lombok pasca gempa," kata Zulkifliemansyah dalam rilis yang diterima SURYA.co.id, Minggu (22/9/2019).

 Menurut Zulkifliemansyah, ada konglomerat dari Korea Selatan yang siap membangun kembali Lombok Utara.

"Saya kaget, malam-malam sang konglomerat itu mengutarakan kecintaannya kepada Lombok. Sampai-sampai dia mengatakan kalau dirinya ingin menghembuskan nafas terakhir (meninggal) di Lombok. Mengapa? Dia mengatakan, karena warga Lombok yang ramah dan mementingkan rasa persaudaraan. Sama juga dengan Pak Alim Markus yang datang tidak hanya membawa atau membangun gedung pendidikan, tetapi juga mencarikan jalan keluar para lulusannya dengan mendidiknya sebagai entrepreneur muda," katanya.

 Sang konglomerat mengatakan, lanjut Zulkifliemansyah, setiap ada undangan di Lombok sang kolomerat selalu hadir. Saat ditanya apa alasannya, konglomerat tersebut mengatakan, biasanya kalau dia diundang di beberapa tempat pasti yang pertama diminta, yakni sumbangan, tetapi kalau di Lombok pertama yang disodorkan, yakni persaudaraan, sehingga sang kolomerat senang berada di Lombok. Ada sisi kemanusian di Lombok, sehingga menghadirkan ketenangan dan kedamaian.

"Saya senang kalau Pak Alim Markus nantinya menghembuskan nafas terakhir di Lombok, seperti keinginan konglomerat Korea. Ini bentuk kecintaan warga Lombok kepada Bapak Alim Markus," kata Zulkifliemansyah.

 Lebih lanjut Zulkifliemansyah mengatakan, banyak pengusaha, tetapi pengusaha yang mempunyai kepedulian sesama seperti Bapak Alim Markus tak banyak. Karena itu, atas nama rakyat NTB, gubernur mengatakan terima kasih atas terbangunnya gedung madrasah ini, sehingga siswa dapat melangsungkan pendidikannya dengan lebih baik.

Halaman
12
Penulis: M Taufik
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved