Berita Gresik

Khawatir Terjadi Bencana di Proyek Pergudangan, Warga Perumahan ABM Gresik Akan Terus Berunjuk Rasa

Warga perumahan Alam Bukit Mas (ABM) di Gresik, kembali melakukan unjuk rasa di proyek pembangunan pagar pergudangan, Sabtu (21/9/2019).

Khawatir Terjadi Bencana di Proyek Pergudangan, Warga Perumahan ABM Gresik Akan Terus Berunjuk Rasa
SURYA.co.id/Sugiyono
Warga Perumahan ABM Kecamatan Kebomas Gresik unjuk rasa di pintu gerbang pergudangan Akses Kebomas. Warga meminta agar pagar pergudangan sejauh 15 meter dan tanah ukuran setinggi 6 meter dari pemukiman warga, Sabtu (21/9/2019). 

SURYA.co.id | GRESIK - Warga perumahan Alam Bukit Mas (ABM) di Desa Sekarkurung, Kebomas, Gresik, kembali protes dengan melakukan unjuk rasa di proyek pembangunan pagar pergudangan.

Warga melakukan aksi protes tersebut sebab merasa kawatir terjadi bencana alam dan membahayakan keselamatan warga.

Warga unjuk rasa di depan pintu gerbang pergudangan Akses Kebomas yang dikelola PT Kebomas Makmur dengan membentangkan poster berbagai tuntutan. Warga juga bergantian orasi untuk menyampaikan aspirasi.

"Kita tetap akan meminta agar pagar pergudangan jaraknya lima belas meter," kata Ananto Ilman, perwakilan warga ABM, Sabtu (21/9/2019).

Upaya orasi selama berjam-jam dijaga ketat aparat kepolisian TNI, satpam, dan Satpol PP Kecamatan Kebomas. Sehingga, suasana unjuk rasa tetap aman dan teratur.

Massa warga ABM sangat kecewa, sebab pihak manajemen pergudangan Akses Kebomas tidak ada yang hadir untuk menemui perwakilan warga. Sehingga, warga akan tetap menggelar unjuk rasa sampai tuntutan untuk memasang pagar sejauh 15 meter dari pemukiman warga dipenuhi.

"Warga meminta kepada PT Kebomas Makmur untuk memasang pagar sejauh lima belas meter dari lahan warga. Dan ketinggian tanah urukan sekitar enam meter, sesuai kesepakatan muspika Kebomas pada September 2019," katanya.

Dalam orasinya, warga juga mempertanyakan munculnya perizinan dari Pemkab Gresik untuk membangun pergudangan, sebab warga sekitar khususnya warga Perumahan ABM tidak pernah memberikan persetujuan untuk membangun pergudangan.

"Sampai saat ini kami tegaskan, bahwa warga Perumahan Alam Bukit Mas tidak pernah memberikan persetujuan pembangunan pergudangan, sehingga jika ada muncul izin, maka izinnya harus dipertanyakan," imbuhnya.

Dengan munculnya izin pembangunan pergudangan tersebut, warga meminta kepada pihak kepolisian, kejaksaan, dan Pemkab Gresik untuk menghentikan sementara proyek pembangunan pergudangan. Sebab, diduga ada rekayasa dalam pembuatan izin pergudangan.

"Besok Senin kita akan unjuk rasa ke Pemkab Gresik, agar Bupati Sambari mengetahui kejadian ini," katanya.

Karena tidak ada perwakilan perusahaan pergudangan yang mau menemui warga Perumahan ABM, maka massa membubarkan diri meninggalkan pergudangan dengan mengendarai motor yang ditempel poster tuntutan.

Terpisah, kepala seksi ketertiban masyarakat Kecamatan Kebomas Fulwadi mengatakan, mediasi sudah pernah dilakukan di Kantor Kecamatan, tapi pihak manajemen akses Kebomas dari PT Kebomas Makmur tidak hadir.

"Sekarang mediasi sudah dilakukan di perizinan Pemkab Gresik, sehingga kita di Kecamatan terus memantau agar segera selesai," kata Fulwadi, saat memantau jalannya unjuk rasa.

Penulis: Sugiyono
Editor: Akira Tandika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved