Berita Sidoarjo

Kabupaten Sidoarjo Inginkan PLTS dan Tempat Pengelolaan Limbah B3

Pemkab Sidoarjo inginkan adanya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS) serta Tempat Pengelolaan Limbah B3.

Kabupaten Sidoarjo Inginkan PLTS dan Tempat Pengelolaan Limbah B3
foto: kukuh kurniawan
Bupati Sidoarjo Saiful Ilah mengucapkan terima kasih kepada warga Sidoarjo bahwa Pemilu 2019 berjalan aman dan lancar. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Pemkab Sidoarjo inginkan adanya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS) serta Tempat Pengelolaan Limbah B3.

Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak mengatakan dirinya sudah membahas masalah tersebut kepada Bupati Sidoarjo.

"Tadi kita membahas dua masalah yaitu tentang limbah industri dan pengolahan sampah serta pembangkit listrik tenaga sampah. Dan Bupati sendiri sudah berkirim surat langsung kepada presiden," ujarnya saat ditemui TribunJatim.com usai melihat pembukaan acara Festival Inovasi Pemuda 2019, Sabtu (21/9/2019).

Dirinya menjelaskan akan mengusahakan realisasi pembangunan PLTS di Sidoarjo.

"Presiden kan sudah membuat Perpres terkait pembangunan PLTS dan ada 12 PLTS yang akan dibangun di beberapa wilayah Indonesia termasuk di Surabaya. Begitu 12 PLTS ini selesai dibangun maka Sidoarjo akan menjadi tempat pembangunan PLTS selanjutnya," tambahnya.

Dirinya juga telah mendengar usulan Bupati terkait pembangunan tempat pengelolaan limbah B3.

"Tempat pengelolaan limbah industri hanya ada satu di Indonesia yaitu berada di Jawa Barat. Dan rencananya kita akan membangun di dua tempat yaitu Lamongan dan Mojokerto," terangnya.

Ia menjelaskan tidak apa apa bila Sidoarjo memiliki tempat pengelolaan limbah industri.

"Tempat pengelolaan limbah industri B3 sangat penting sekali. Karena termasuk satu rangkaian bagi daya dukung industri ramah lingkungan sehingga menjadi kompetitif," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah mengungkapkan bahwa tempat pengelolaan limbah industri B3 belum ada di Sidoarjo.

"Namun ada seseorang yang telah mengajukan ijin untuk pembangunan tempat pengelolaan limbah industri tersebut. Kita pun telah menyarankan tempatnya agar di kawasan industri saja bukan pemukiman. Namun untuk pembangunan fisik belum dilakukan karena masih mengurus ijinnya dahulu," jujurnya.

Bila terealisasikan, kemungkinan tempatnya berada di wilayah Jabon. Dekat dengan tempat pengelolaan sampah.

"Kan nanti di situ juga akan ada PLTS. Untuk PLTS nya sendiri, 1000 ton sampah bisa menjadi tenaga listrik sebesar 18 MW," pungkasnya. (Kukuh Kurniawan)

Editor: Akira Tandika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved