Berita Jember

Festival Egrang Ke-10 Digelar di Tanoker Jember, Bupati Faida: Ini Merupakan Kegiatan Berkebudayaan

Puncak Featival Egrang 10 digelar, Sabtu (21/9/2019) di Kecamatan Ledokombo. Rangkaian Festival Egrang 10 sudah dimulai sejak 18 September lalu.

Festival Egrang Ke-10 Digelar di Tanoker Jember, Bupati Faida: Ini Merupakan Kegiatan Berkebudayaan
SURYA.co.id/ Sri Wahyunik
Pawai egrang di Festival Egrang ke-10 di Tanoker, Ledokombo, Jember. Bupati Jember Faida menghadiri puncak acara, Sabtu (21/9/2019). 

SURYA.co.id | Jember - Festival Egrang kembali digekar di Tanoker, Ledokombo, Jember. Tahun ini Festival Egrang memasuki tahun ke-10.

Puncak Featival Egrang 10 digelar, Sabtu (21/9/2019) di Kecamatan Ledokombo. Rangkaian Festival Egrang 10 sudah dimulai sejak 18 September lalu.

Bupati Jember Faida menghadiri puncak Festival Egrang 10, Sabtu (21/9/2019).

"Festival Egrang merupakan kegiatan berkebudayaan yang bertumbuh dari masyarakat. Saya melihat Festival Egrang ini bukan hanya festival budaya biasa, tetapi budaya sebagai sarana untuk mengomunikasikan perdamaian di dunia, karena festival ini juga sudah mendunia," kata Bupati Faida.

Seperti tahun sebelumnya, pelaksanaan Festival Egrang berjalan secara meriah. Warga memadati arena Festival Egrang.

Selain warga sekitar, tamu dari luar Jember dan mancanegara juga melihat festival tahunan itu.

Festival Egrang 10 juga menjadi sarana komunikasi forum anak Jember dengan forum anak di luar Jember melalui Jambore Anak. Anak-anak dari Malang, Jawa Barat, Tangerang, Tulungagung, dan Probolinggo berbahagia bersama di momen ini.

“Partisipasinya luar biasa, komunitas anak dari luar Jember meningkat. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada anak-anak, tidak hanya anak-anak di kota tetapi juga di pelosok," tegasnya.

Menurutnya kebahagiaan anak-anak yang terlibat dalam festival menjadi tolok ukur tersendiri untuk menilai keberhasilan pelaksanaannya. Anak-anak yang berpartisipasi menunjukkan karyanya. Seperti lukisan yang menunjukan pesan dan harapan mereka.

"Pesan yang disampaikan anak-anak itu antara lain menginginkan desa yang damai, tempatnya bersih dan tetap hijau, serta punya taman yang bisa dinikmati bersama keluarga dan taman bermain anak-anak," imbuh Faida.

Bupati Faidamenegaskan Festival Egrang ini telah menjadi kegiatan tahunan resmi Pemerintah Kabupaten Jember. Kegiatan yang diselenggarakan komunitas Tanoker bersama Pemkab Jember itu sudah mendunia.

“Orang mengenal Jember bukan hanya JFC-nya. Mereka juga mengenal Jember karena Festival Egrang," tegasnya.

Sementara itu, Direktur Tanoker Ledokombo, Suporahardjo, menyampaikan, Festival Egrang 10 mengusung tema Memuliakan Desa Yang Damai.

Puncak Festival Egrang 10 dimeriahkan dengan flashmob tarian Pandhalungan dan oawai egrang. Ada 20 defile pawai egrabg, yang terdiri dari peserta lokal dan peserta tamu.

“Semoga ini membuat anak-anak mencintai desanya, dan nanti memakmurkan desanya ketika sudah dewasa. Dan terimakasih atas dukungan dari Pemkab Jember," ujar Supo.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Akira Tandika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved