Berita Surabaya

Dinas Kesehatan Jatim : Persebaran Dokter Umum di Jatim Masih Belum Merata

Jika dilihat dari jumlah rasio, satu dokter di Jawa Timur harus melayani kurang lebih 5.900 masyarakat

Dinas Kesehatan Jatim : Persebaran Dokter Umum di Jatim Masih Belum Merata
pixabay
Ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur Kohar Hari Santoso mengungkapkan jumlah dokter umum di Jawa Timur masih kurang.

Jika dilihat dari jumlah rasio, satu dokter di Jawa Timur harus melayani kurang lebih 5.900 masyarakat.

"Jauh dari kata ideal. Yang ideal satu dokter untuk tiga ribuan masyarakat," ujar Kohar, Sabtu (21/9/2019).

Selain rasio yang kurang, persebaran dokter umum di Jawa Timur juga menjadi masalah tersendiri.

Selama ini sebagian besar dokter hanya membuka praktik di kota-kota besar.

Sedangkan di wilayah pelosok rasio jumlah dokter dengan masyarakat sangat kurang.

Ia pun berharap lulusan dokter baru tidak hanya terkonsentrasi di perkotaan, melainkan juga kawasan pelosok.

Ini karena masih kurang banyaknya dokter umum di pinggiran Jatim.

Sementara soal dokter spesialis, Kohar mengakui jauh lebih kurang.

"Tapi kalau rumah sakit daerah, kami di Jatim yang betul-betul dokter spesialis sesuai standard, sudah terpenuhi," ungkapnya.

Dokter spesialis yang dimaksud Kohar, seperti spesialis gigi, spesialis anak, spesialis penyakit dalam, spesialis bedah, spesialis kandungan serta spesialis mata.

Dokter spesialis itu setidaknya tercukupi pesebarannya.

"Kalau mencari dokter spesialis jantung di ujung Madura ya tidak ada. Tapi di pusat (perkotaan) ada. Makanya kami melakukan review kelas rumah sakit beberapa waktu lalu. Jadi rumah sakit tipe C, spesialis rumah sakit tipe C sudah ada," urainya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved