Citizen Reporter

Tiga Dosen UKWMS Bantu Perbaiki Kualitas UMKM Sri Rejeki Jual Produk Herbal Menyehatkan

Tiga dosen dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) Bantu Perbaiki Kualitas UMKM Sri Rejeki Jual Produk Herbal Menyehatkan

Tiga Dosen UKWMS Bantu Perbaiki Kualitas UMKM Sri Rejeki Jual Produk Herbal Menyehatkan
ist/Citizen Reporter
Salah seorang peserta pelatihan UMKM oleh 3 dosen UKWMS 

SURYA.co.id - Saat ini, UMKM tumbuh pesat di Kota Surabaya. Salah satu UMKM yang merupakan sebuah home industry di kawasan Simorejo bernama UMKM Sri Rejeki.

UMKM itu menjual produk minuman herbal yang menyehatkan.

Ada dua varian yang ditawarkan yaitu rosella mint dan kemangi jeruk. Awalnya, usaha rumahan itu hanya dipasarkan dengan cara tradisional yaitu direct selling (penjualan langsung) atau by request (sesuai pemesanan).

Melihat potensi UMKM itu, tiga dosen dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) yaitu Theresia Intan Putri Hartiana dan Brigitta Revia Sandy Fista dari Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) serta Monica Adjeng Erwita dari Fakultas Bisnis (FB) berinisiatif untuk membantu UMKM itu memasarkan produknya.

Mereka memberikan pelatihan mengenai konsep digital marketing atau pemasaran melalui sosial media serta memberikan pengetahuan mengenai teknik mengambil gambar produk. Kegiatan itu dibiayai pemerintah melalui Kemeristekdikti.

Pelatihan digelar di rumah sang pemilik UMKM, Liliana Supiah, Selasa (10/9/2019). Liliana diajari teknik mengambil gambar produk yang menjual. Bermodalkan taplak meja, gelas, dan pernak-pernik yang dimiliki di rumah, terciptalah sebuah foto produk yang kekinian dan memiliki daya tarik tersendiri.

“Pemilik usaha dibantu tentang cara mengambil foto produk untuk promosi. Selain itu, kami juga membantu membuat konten kreatif yang bisa diunggah di media sosial seperti Instagram dan Facebook untuk membantu branding dan promosi produk. Namun sebelum ini, kami sudah merampungkan desain logo dan kemasan produk yang baru. Dengan strategi ini, diharapkan profit dan angka penjualan UMKM dapat meningkat,” jelas Brigitta.

Strategi promosi itu juga dianggap mampu menambahkan pengetahuan mengenai pemasaran yang tepat sasaran. Jangka waktu pada program Hibah Pengabdian Kemerinstekdikti untuk pelaku UMKM itu juga berkelanjutan.

Terhitung sudah lima bulan sejak April lalu program ini dilaksanakan.

Rencananya, program ini akan terus berjalan hingga promosi dilakukan di media sosial dan peningkatakan brand awareness.

Brigitta lalu menambahkan, selain strategi yang mumpuni, harus ada nilai plus lain yang ditawarkan untuk meyakinkan calon konsumen.

“Kebetulan pemilik juga menanam bahan baku sendiri dengan metode hidroponik. Ia tidak menggunakan mesin, jadi itu murni hand made,” papar Brigitta.

Besar harapannya, program ini dapat terus digalakkan dan membawa pengetahuan yang berguna bagi kemajuan UMKM selanjutnya.

Grishiella Patricia Liwang
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
grishiella@gmail.com

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved