Duh, Petugas Taman Baca di Keputih Surabaya Gerayangi Bocah 5 Tahun

Rochim saat dikonfirmasi mengaku hanya memangku sambil merangkul korban menggunakan tangan kiri. Kemudian tangan kanan memegangi bagian paha korban.

tribun jatim/willy abraham
Abdul Rochim, petugas taman baca saat diamankan di UPPA Sat Reskrim Polrestabes Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Abdul Rochim seorang yang bekerja di taman baca ditangkap Polisi. Pria berusia 44 tahun itu ketahuan menggerayangi bocah berusia lima tahun di Posko Taman Bacaan di Keputih, Surabaya. 

Pria yang bekerja di bagian sarana dan prasarana (Sarpras) di taman baca itu mengaku nekat melancarkan aksi bejatnya karena ingin memberikan kasih sayang.

Kanit PPA Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni menegaskan, dalih kasih sayang yang diucapkan berulang kali oleh tersangka adalah upaya tersangka mengelabui petugas. 

Dalam aksinya, tersangka menggunakan kedua tangannya untuk menggerayangi korban yang masih bau kencur itu. Dilakukan saat korban dipangku.

Semua itu dilakukan karena Rochim nafsu melihat RH.

"Sudah dua kali korban digerayangi tersangka," ujarnya kepada awak media di Mapolrestabes Surabaya, Jum'at (20/9/2019).

Diketahui, korban RH merupakan tetangga dari tersangka. Saat pulang ke rumah, korban menceritakan apa yang dialaminya itu ke orang tuanya. Bahwa saat di taman baca itu, digerayangi oleh Abdul Rochim.

Mendengar anaknya diperlakukan seperti itu, kedua orang tua korban tidak terima dan langsung mendatangi Mapolrestabes Surabaya.

Saat ditangkap, Rochim tidak mengakui perbuatannya, lagi-lagi Rochim mengaku hanya memberikan kasih sayang. Padahal tindakannya itu sangat melecehkan dan mempengaruhi mental korbannya yang masih berusia 5 tahun.

Terkait apakah ada korban lain selain RH, lanjut Ruth, pihaknya masih mendalami. "Sementara kami masih mendalami, kita temukan baru satu," ujarnya.

Sementara itu, Rochim saat dikonfirmasi mengaku hanya memangku sambil merangkul korban menggunakan tangan kiri. Kemudian tangan kanan memegangi bagian paha korban. Sehingga korban tidak bisa melawan.

"Beneran, saya cuman memberikan kasih sayang," katanya.

Kini, Rochim dijebloskan di penjara Mapolrestabes Surabaya. Bapak dua anak itu dijerat dengan pasal 82 UU No. 17 thn 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun. 

Penulis: Willy Abraham
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved