Pilkada 2020

Tiga Kandidat Tidak Ikut Fit and Proper Test, DPD PDIP Jatim: Ideologi Sudah Teruji

Di hari pertama ada sejumlah kandidat yang tidak mengikuti fit and proper test walau sudah mengambil dan mengembalikan formulir pendaftaran.

Tiga Kandidat Tidak Ikut Fit and Proper Test, DPD PDIP Jatim: Ideologi Sudah Teruji
surya.co.id/sugiharto
Suasana fit and proper test bakal calon kepala daerah di PDIP Jatim, Kamis (19/9/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - DPD PDIP Jatim telah melaksanakan fit and proper test untuk hari pertama, Rabu (18/9/2019).

Ada delapan kabupaten kota yang para kandidatnya sudah mengikuti fit and proper test antara lain dari Kota Surabaya, Sidoarjo, Kota Pasuruan, Banyuwangi, Jember, Kab Malang, Kab. Blitar, dan Kota Blitar.

Di hari pertama ada sejumlah kandidat yang tidak mengikuti fit and proper test walaupun sudah mengambil dan mengembalikan formulir pendaftaran.

Tiga di antaranya adalah kandidat berasal dari struktur DPD PDIP Jatim, yaitu Wakabid Organisasi, Whisnu Sakti Buana; Wakabid KomSenBud, Ony Setiawan dan Wakabid Nelayan, Eddy Tarmidi.

Ketiganya merupakan kandidat yang maju untuk Pilwali Surabaya 2020.

Saat dikonfirmasi, Ketua DPD PDIP Jatim, Kusandi mengungkapkan untuk tiga kandidat tersebut akan ada waktu tersendiri untuk melaksanakan fit and proper test.

"Nanti yang mengetes saya langsung," ucap Kusnadi, Kamis (19/9/2019).

Sekretaris DPD PDIP Jatim, Sri Untari menambahkan, untuk struktur DPD PDIP Jatim yang melakukan fit and proper test cukup Ketua DPD PDIP Jatim dan Sekretaris DPD PDIP Jatim.

Selain itu ada beberapa materi dalam fit and proper test yang sudah tidak perlu ditanyakan lagi kepada struktur yaitu masalah ideologi kepartaian dan komitmen untuk membesarkan partai.

"Untuk masalah ideologi tentu tidak perlu diragukan lagi, sudah jadi pengurus," ucapnya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved