Berita Surabaya

Polda Jatim Ajak Rektor dan Kepsek Diskusi Soal Pembinaan Mahasiswa Papua, Hasilkan 4 Poin Usulan

Polda Jatim menggelar diskusi publik dan rapat koordinasi terkait pembinaan mahasiswa Papua di Jatim, Kamis (19/9/2019).

Polda Jatim Ajak Rektor dan Kepsek Diskusi Soal Pembinaan Mahasiswa Papua, Hasilkan 4 Poin Usulan
SURYAOnline/Luhur Pambudi
Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Toni Harmanto saat sesi diskusi, Kamis (19/9/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Polda Jatim menggelar diskusi publik dan rapat koordinasi terkait pembinaan mahasiswa Papua di Jatim, Kamis (19/9/2019).

Diskusi tersebut dihelat di Aula Patuh Gedung Tri Brata Mapolda Jatim, dipimpin langsung oleh Wakapolda Jatim Brigjen Pol Toni Harmanto serta dihadiri oleh rektor perguruan tinggi dan kepala sekolah di Jatim.

Toni Harmanto menuturkan, diskusi itu membicarakan perihal pembinaan mahasiswa Papua.

"Bahwa kita harus saling menjaga silaturahmi dari suku bangsa dan bermacam agama, untuk menjaga kerukunan dan Bhineka Tunggal Ika," kata Toni dalam sambutannya di Aula Patuh Gedung Tri Brata Mapolda Jatim, kamis (19/9/2019).

Tak lupa, Toni juga mewanti-wanti agar masyarakat Jatim tidak mudah terpengaruh dengan isu-isu sensitif yang dikemas dalam pemberitaan di media sosial.

"Dan terkait maraknya media sosial tentang adanya provokasi bahwa yang katanya Jawa Timur memicu tentang kesalahpahaman dengan mahasiswa Papua," ujarnya.

Ia berharap masyarakat Jatim bisa bijak dalam bermedia sosial.

"Kita harus dewasa dan pintar untuk bermedia sosial, dan kita harus mengembalikan kepercayaan warga papua kalau kita adalah satu negara kebangsaan dan Bhineka Tunggal Ika," jelasnya.

Dari diskusi itu menghasilkan beberapa usulan dan rekomendasi terkait mahasiswa Papua di Jatim.

Yakni, pertama, permasalahan Papua telah menjadi masalah nasional dan Polda Jatim telah melaksanakan upaya preventif dan represif.

Kedua, perlu adanya fasilitas pendamping seperti kakak atau bapak asuh terkait anak Papua di Jatim.

Ketiga, seluruh pihak wajib berperan aktif menjaga sinergisitas untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Keempat, perangi berita hoax di media sosial terkait isu Papua yang bersifat provokatif dan berpotensi memecah belah keutuhan bangsa.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved