Advertorial

Permudah Perekaman e-KTP, Dispendukcapil "Jemput Bola" ke Sekolah

Pelayanan maksimal, Dispendukcapil Surabaya melakukan layanan Njemput Bola Administrasi Kependudukan dengan melakukan perekaman e-KTP di sekolah.

Permudah Perekaman e-KTP, Dispendukcapil
Istimewa
Dispendukcapil Kota Surabaya melakukan perekaman e-KTP di SMA Katolik Frateran Surabaya, Kamis (12/9/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA -  Para siswa SMA/SMK di Surabaya yang akan memasuki usia wajib memiliki KTP (di atas 16 tahun) pada tahun ini, kini tidak perlu repot melakukan perekaman KTP elektronik (e-KTP).

Mereka tak perlu izin meninggalkan sekolah demi mengurus di kantor kecamatan maupun di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya di Siola.

Sebab, petugas Dispendukcapil Surabaya yang datang ke sekolah. Demi memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, Dispendukcapil Surabaya melakukan layanan 'NjeBol Anduk' atau 'Njemput Bola' Administrasi Kependudukan dengan melakukan perekaman e-KTP di sekolah. 

Seperti pada Kamis (12/9/2019), Dispendukcapil Surabaya melakukan perekaman e-KTP di SMA Katolik Frateran Surabaya.

Kepala Seksi Kerja Sama dan Inovasi Pelayanan Dispendukcapil Kota Surabaya, Antonius Rachmat W menyampaikan, perekaman e-KTP di sekolah merupakan bagian dari agenda pelayanan rutin kepada masyarakat.

“Untuk perekaman di sekolah ini sifatnya kalau ada permohonan dari pihak sekolah. Dispendukcapil akan menindaklanjutinya dengan melakukan perekaman. Intinya, kami mempermudah warga,” jelas Antonius.

Dijelaskan Antonius, pihak sekolah bisa mengajukan data siswa-siswanya yang akan melakukan perekaman e-KTP dengan memperhatikan beberapa syarat. Di antaranya, benar-benar warga Surabaya dan usianya sudah akan masuk usia wajib KTP (di atas 16 tahun), serta melampirkan foto copy Kartu Keluarga (KK).

“Saat mereka menginjak usia 17 tahun, KTP sudah siap cetak dan bisa diambil di kecamatan masing-masing sesuai domisili. Mereka tidak perlu lagi perekaman di kantor kecamatan ataupun di Siola,” sambung Antonius.

Sebelum datang ke sekolah, Dispendukcapil akan meminta data tersebut untuk dilakukan pengecekan.

Menurut Antonius, merujuk pengalaman tahun lalu, ketika akan direkam, ternyata ada yang NIK nya terblokir atau bukan warga Surabaya.

“Jadi kami pastikan dulu NIK nya ready untuk direkam dan benar-benar warga Surabaya,” ujarnya.

Kepala Sekolah SMA Katolik Frateran Surabaya, Fr.M.Adriano BHK menyampaikan, setiap tahun, pihak sekolahnya mengajukan data siswa ke Dispendukcapil untuk dilakukan perekaman e-KTP.

Menurutnya, ini merupakan tahun ketiga. Untuk tahun ini, ada 146 siswa yang mengikuti perekaman e-KTP.

“Teman-teman Dispenducapil datang ke sini sangat membantu kami. Kami melihat ada banyak kemudahan, utamanya dari sisi waktu. Siswa tidak perlu membuang jam pelajaran untuk mengurus e-KTP. Bisa dibayangkan kalau anak-anak harus keluar sekolah. Program ini efektif dan kami sangat senang,” jelas Adriano. 

Ferry Senjaya, salah satu siswa yang kebetulan pada saat perekaman sudah berusia 17 tahun, mengaku senang. Karena beberapa saat setelah perekaman, dia bisa memperoleh surat keterangan pengganti e-KTP karena data kependudukannya sudah tunggal (Print Ready Record)

“Setelah ini saya bisa membuat Surat Izin Mengemudi dengan adanya Suket ini’, jelas Ferry. (*)

Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved